GridHEALTH.id - Luka kaki pada penyandang diabetes tidak boleh diabaikan karena ada konsekuensi yang sangat serius jika luka kaki tidak sembuh dengan baik.
Luka yang tidak sembuh dengan baik dan dibiarkan terbuka dapat membentuk ulkus kaki yang selanjutnya meningkatkan risiko terjadinya infeksi.
Memang, jika luka terinfeksi, amputasi adalah risiko yang sangat nyata jika tindakan medis tidak dilakukan dengan cepat, sebagai akibat dari komplikasi parah seperti gangren.
Untuk diketahui, gangren adalah kondisi luka serius pada penyandang diabetes yang muncul dalam dua jenis, yang dikenal sebagai gangren "basah" dan "kering".
Keduanya disebabkan oleh infeksi bakteri atau masalah kesehatan yang sudah ada sebelumnya. Sayangnya, penyandang diabetes berisiko terhadap kedua jenis tersebut.
Gangren disebabkan oleh kurangnya aliran darah ke bagian tubuh tertentu, sehingga diabetes dapat menyebabkan gangren "kering" dengan merusak pembuluh darah.
Baca Juga: Pengobatan Rumahan Bagi Penyandang Diabetes 'Basah' Luka Sulit Kering
Baca Juga: Benar atau Salah?10 Kesalahpahaman Umum Tentang Asma Wajib Diketahui
Penyandang diabetes juga dapat berisiko terkena infeksi yang merusak pembuluh darah atau menghalangi aliran darah akibat pembengkakan karena memiliki sistem kekebalan yang lemah.
Luka kaki diabetes adalah setiap luka pada kulit dan oleh karena itu termasuk salah satu dari berikut ini yang menyebabkan kulit hilang atau terbuka yaitu melepuh, kulit pecah-pecah, luka iris, melepuh, kapalan, serta kuku kaki yang tumbuh dan menekan kulit di sekitarnya.
Jika melihat tanda-tanda luka, atau merasakan salah satu dari tanda-tanda di atas yang dapat menyebabkan luka, segera temui dokter.