GridHEALTH.id - Di siang hari di saat bulan puasa, kita merasa sangat mengantuk. Tidak perlu khawatir, rasa kantuk di siang hari wajar terjadi karena tubuh lemas sehingga rasanya ingin tidur.
Ini disebabkan oleh pola tidur kita yang berubah. Misalnya dari yang biasa bangun jam enam, kini harus bangun jauh lebih awal untuk sahur.
Bila mengantuk siang hari, coba manfaatkan “power nap”. Power nap dikatakan sebagai tidur yang dapat mengembalikan tenaga, dan tentu saja dapat digunakan untuk salah satu cara singkat supaya tetap bertenaga saat kerja.
Ketentuannya ialah, tidur tersebut tidak boleh terlalu lama. Sebaiknya kurang lebih 25 menit sampai 30 menit saja. Supaya tidur tidak melebihi waktu apalagi sampai memakai jam kerja, karena itu gunakanlah alarm untuk penanda.
Dengan langkah ini maka tenaga kitaa akan kembali refresh. Tetapi jika berlebihan, malah bisa berakibat buruk bagi badan. Sebab aktivitas biologis jadi terganggu, yang pada akhirnya justru mengurangi tenaga. Ingat! Hanya kerjakan ini saat jam istirahat ya.
Power nap dan tidur nyenyak yang biasa dilakukan sama-sama bisa memberikan manfaat untuk tubuh, seperti meningkatkan kekuatan otak dan stamina tubuh. Tidur nyenyak bisa memberikan manfaat yang tahan lama, dibandingkan tidur siang ini.
Pasalnya, tidur nyenyak terjadi karena melewati keseluruhan proses tidur. Jadi, tidur nyenyak bisa membantu tubuh dalam meremajakan dan memperbaiki sel-sel tubuh.
Akibatnya, tidur nyenyak bisa meningkatkan daya ingat, energi, perbaikan otot dan jaringan, dan pelepasan hormon.
Meskipun begitu, tidur siang tetap kita butuhkan untuk menyegarkan pikiran, rileksasi tubuh, dan meningkatkan energi.