Setiap 3 Detik, 1 Orang Alami Demensia, Ini Cara Menjaga Otak Sehat

Rabu, 13 Maret 2019 | 18:30
E+

Rajin melakukan aktivitas fisik setiap hari mencegah demensia dan menjaga otak sehat.

GridHEALH.id- Demensia merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan penurunan fungsional yang seringkali disebabkan oleh kelainan yang terjadi pada otak.

Baca Juga : Kanker Otak Dapat Serang Siapa Saja yang Sering Konsumsi 10 Makanan Enak ini

Demensia adalah kumpulan penyakit dengan gejala-gejala yang mana mengakibatkan perubahan pada pasien dalam cara berpikir dan berinteraksi dengan orang lain.

Seringkali, memori jangka pendek, pikiran, kemampuan berbicara dan kemampuan motorik terpengaruh.

Beberapa bentuk demensia mengubah kepribadian pasien dan memengaruhi otak sehat kita. Penderita demensia akan kehilangan kemampuan tertentu dan pengetahuannya yang telah didapatkan sebelumnya.

Hal inilah yang terutama membedakan dengan kondisi lainnya yang memengaruhi pikiran. Orang yang mengalami masalah pembelajaran, atau ber-IQ rendah tidak akan pernah memiliki kemampuan tertentu, tetapi orang yang terkena demensia akan kehilangan kemampuan yang telah didapatkannya.

Demensia biasanya terjadi pada usia lanjut. Beberapa jenis demensia dapat diperlambat kemundurannya.

Demensia telah diakui sebagai salah satu krisis kesehatan mengancam otak sehat yang paling signifikan di abad ke-21. Setiap 3 detik, 1 orang di dunia mengalami demensia.

Di Indonesia sendiri, sepanjang tahun 2016, ada sekitar 1,2 juta orang dengan demensia. Angka ini diperkirakan akan meningkat menjadi 2 juta pada tahun 2030 dan 4 juta orang pada tahun 2050.

Baca Juga : Tips Ampuh Mengatasi Jet Lag Dengan Mengonsumsi Makanan Ini

Data Alzheimer’s Disease International World Alzheimer’s Report 2016 melaporkan kerugian ekonomi global akibat demensia diperkirakan mencapai triliunan rupiah.

Angka itu diprediksi meningkat menjadi 1 triliun pada tahun 2018, dan menjadi 2 triliun pada tahun 2030.

Baca Juga : Sering Tak Disadari, Ini Kebiasaan Sepele Penyebab Ginjal Bermasalah

Indonesia, sebagai negara dengan pendapatan menengah, diperkirakan menanggung beban ekonomi mencapai miliaran rupiah per tahun.

Ada banyak faktor yang memicu tingginya biaya penanganan demensia di Asia. Penyebabnya antara lain kurangnya pemahaman atas penyakit ini, serta kurangnya sumber daya serta pelatihan bagi para pendamping Orang dengan Demensia (ODD).

Setiap orang berisiko mengalami demensia. Semakin tua usia, semakin rentan untuk terkena demensia.

Sedangkan Alzheimer adalah jenis penyakit demensia yang paling banyak diderita, yang mengancam otak sehat, sekitar 50%-60%.

Beberapa jenis demensia lainnya adalah demensia vaskuler, lewy bodies demensia, demensia frontotemporal, dan lainnya.

Alzheimer adalah gangguan penurunan fungsi otak sehat yang memengaruhi daya ingat, emosi, perilaku, dan fungsi otak lainnya.

Gangguan tersebut terjadi secara perlahan-lahan. Semakin banyak bagian otak yang rusak, maka gejala yang timbul pun menjadi lebih parah.

Sebuah populasi yang menua mengakibatkan tumbuhnya jumlah orang yang hidup dengan demensia (sebuah istilah yang mencakup beberapa gejala seperti kerusakan ingatan, kebingungan, dan hilangnya kemampuan untuk melakukan kegiatan sehari-hari).

Baca Juga : Tulisan Tangan Dokter Jelek Mirip Cakar Ayam? Ternyata Ini Alasannya

Halaman Selanjutnya

Penyakit Alzheimer adalah bentuk…
Tag

Editor : Grid Health

Sumber IDI Online, Australian Academy of Science