"Ramai di media massa bahwa berenang dapat menyebabkan kehamilan. Hal ini tentu tidak benar mengingat tidaklah mudah, bila kita membayangkan bagaimana satu pasangan mendapatkan kehamilan yang diidam-idamkan.
Sebuah kehamilan hanya mungkin terjadi bila sperma mampu membuahi sel telur melalui perjalanan yang sangat panjang dan berliku.
Prof.Dr.dr. Budi Wiweko, SpOG (K), MPH, Guru Besar Departemen Obstetri Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/ RS Dr. Cipto Mangunkusumo.
Syarat terjadinya pembuahan alami adalah adanya sperma, sel telur, dan rahim yang sehat serta saluran telur yang terbuka sehingga memungkinkan bagi sel telur dan sperma untuk bertemu.
Di awal perjalanan sperma untuk membuahi telur melalui vagina dan mulut rahim harus difasilitasi lendir mulut rahim yang baik.
Baca Juga: Ini Akibatnya Kalau Membiarkan Gigi Berlubang Tak Segera Diobati
Seleksi pertama yang terjadi di mulut rahim memungkinkan hanya sperma terbaik yang lolos melalui rintangan awal ini.
Tidak cukup berbekal sperma yang baik, organ reproduksi wanita juga harus sehat demi menyiapkan sel telur matang untuk dilepaskan dari indung telur sekaligus menyiapkan saluran reproduksi yang dibutuhkan melalui produksi hormon estrogen sel telur.
Baca Juga: Nyeri Punggung Saat Hamil? Mungkin Akibat Posisi Tidur Tidak Tepat
Saat pembuahan alami terjadi, puluhan juta sperma dilepaskan di liang vagina. Adanya seleksi alam yang sangat ketat menyebabkan hanya puluhan atau ratusan ribu sperma saja yang mampu mencapai saluran telur untuk kemudian satu buah sperma saja yang sanggup membuahi satu buah sel telur.
Dari semua pasangan yang melakukan hubungan seksual teratur tidak semuanya berhasil mendapatkan kehamilan.
Untuk diketahui, 75 % kehamilan terjadi dalam waktu 6 bulan pascaperkawinan. Dalam kuruan waktu 12 bulan pascaperkawinan 85% pasangan berhasil mendapatkan kehamilan.