Dokter Australia Yakin Obat Ini Mampu Membunuh Virus Corona Dalam Waktu 48 Jam

Senin, 06 April 2020 | 15:52
Google

Ivermectin adalah obat antiparasit yang diyakini para peneliti di Australi dapat membunuh virus corona.

GridHEALTH.id – Setiap usaha pencarian obat untuk mengobati pasien terdampak Covid-19 perlu diapresiasi mengingat saat ini korban yang terinfeksi hingga tewas, telah mencapai angka yang rsungguh mengkhawatirkan.

Belum lama ini, para dokter dan ahli biologi di Australia memberikan harapan yang dapat dianggap sebagai kabar baik.

Studi gabungan yang dipimpin Monash Biomedicine Discovery Institute (MBDI) dengan Peter Doherty Institute of Infection and Immunity (Doherty Institute), joint venture antara Universitas Melbourne dan Rumah Sakit Royal Melbourne, mengungkap, ada obat antiparasit mampu membunuh virus corona dalam waktu 48 jam.

Pemimpin tim peneliti Kylie Wagstaff mengatakan, obat antiparasit dimaksud adalah Ivermectin yang mampu menghentikan pertumbuhan virus SARS-CoV-2 dalam kultur sel selama 48 jam.

Menurut peneliti asal Australia tersebut, kabar baiknya, obat tersebut sudah tersedia di seluruh dunia.

Baca Juga: Analisis Pakar: Physical Distancing Akibat Virus Corona Bisa Berlangsung Lebih Dari Setahun

Baca Juga: Terlalu, Pesawat Berisi APD Untuk Jerman Diperintahkan Trump Ganti Arah ke AS!

“Kami menemukan bahwa dosis tunggal Ivermectin pada dasarnya dapat membunuh virus jenis RNA dalam jangka waktu 48 jam.

Dalam 24 jam pertama bahkan kami menemukan dampak pelemahan sangat signifikan,” kata peneliti asal MBDI itu, dalam keterangannya.

Ivermectin merupakan obat antiparasit yang sudah disetujui otoritas obat dan makanan (FDA) dan terbukti ampuh secara in vitro mengobati berbagai virus termasuk HIV, Dengue (DBD), Influenza, dan Zika.

Wagstaff menambahkan, pengujian yang dilakukan masih bersifat in vitro atau masih kultur suatu sel dan masih perlu pengujian lebih lanjut untuk penggunaan dosis terhadap manusia.

Halaman Selanjutnya

"Ivermectin cukup banyak digunakan dan diyakini sebagai…
Tag

Sumber The Jakarta Post, drugs.com, Science Daily