Akibat Virus Corona Sudah Mutasi Ribuan Kali, Ilmuwan Cemas Penemuan Vaksin Bakal Lama

Selasa, 12 Mei 2020 | 12:50
The New York Times

Akibat sudah mutasi ribuan kali, peneliti mengatakan bakal lama untuk menemukan vaksi penangkalnya.

GridHEALTH.id - Sejak pertama kali wabah dimulai di Wuhan hingga saat ini, para ilmuwan telah menganalisis 5.349 genom virus corona yang dilaporkan berasal dari 62 negara di dunia.

Virus baru ini membuat peneliti kemudian bekerja keras untuk mencari tahu sebanyak-banyaknya informasi dari Covid-19.

Seluruh jenis virus corona tersebut diunggah dalam dua database genetika utama untuk dipelajari susunan genetiknya dan kemungkinan menciptakan vaksin.

Tak hanya itu, melalui beragam pengamatan yang dilakukan peneliti juga menemukan hal yang cukup membuat waswas.

Para ilmuwan menemukan bukti adanya mutasi pada beberapa strain virus corona yang menjadi dasar dugaan bahwa patogen ini beradaptasi ke manusia setelah dibawa oleh kelelawar.

Beberapa mengalami mutasi, termasuk dua perubahan genetik yang mengubah "spike protein" kritis yang digunakan virus untuk menginfeksi sel manusia.

Baca Juga: Tekan PHK, Pemerintah Persilakan Warga Berusia di Bawah 45 Tahun Beraktivitas Kembali

Baca Juga: Puasa Ramadan Terbukti Bermanfaat Bagi yang Punya Masalah Kulit

Mengutip The Guardian dari Kompas.com, mutasi dari spike ini disebut-sebut merupakan kejadian yang langka.

Perubahan itu muncul secara independen di berbagai negara. Buruknya, kondisi ini akan dapat membantu penyebaran virus menjadi lebih mudah.

Profesor Penyakit Menular dan penulis senior dalam penelitian ini Martin Hibberd mengatakan, kondisi ini memerlukan pengawasan global agar perubahan-perubahan yang mengkhawatirkan dapat ditangani dengan cepat.

Halaman Selanjutnya

Terjadinya perubahan bentuk protein spike memungkinkannya untuk…
Tag

Sumber Kompas.com, The Guardian