Teladan Nabi Muhammad SAW; 'Berhenti Makan Sebelum Kenyang' Ternyata Memang Bikin Sehat, Ini Alasannya

Rabu, 05 Mei 2021 | 05:00
Reuters

Makan berlebihan tidak disarankan di dalam hadist Nabi Muhammad SAW. Beliau malah mengatakan, 'Berhentilah Sebelum Kenyang'.

GridHEALTH.id - Kita sering mendengar ajaran Nabi SAW lewat hadistnya yang mengatakan berhentilah makan sebelum kenyang, dan ternyata luar biasa manfaatnya bagi kesehatan kita.

Pramono, ahli gizi dari Banjarmasin dikutip dari Tribun News (30/02/2020) menjelaskan alasan ilmiah dari hadist ini. Sebenarnya bahaya apa saja jika kita tidak menghentikan makan sebelum kenyang?

Jika kita makan terus dan berlebihan tanpa berhenti, maka akan terjadi gangguan pencernaan.

Makan secara berlebihan dalam Islam jelas dilarang Nabi SAW telah memberi tuntunan bahwa perut sebaiknya terdiri tiga bagian yakni sepertiga bagian makanan, sepertiga air dan yang penting juga sepertiga udara.

Jika jumlah makanan dalam lambung terlalu banyak atau melebihi kapasitas enzim pencernaan yang yang diproduksi, maka makanan tidak tercerna dengan sempurna.

"Makanan yang tidak tercerna sempurna ini kemudian masuk ke usus dan menyebabkan fermentasi, salah cerna, dan menimbulkan gas," jelas Pramono dalam tulisannya di grup facebook Gerakan Sadar Gizi.

Baca Juga: 5 Penyebab Kepala Pusing Setelah Makan, Salah Satunya Diabetes

Baca Juga: Riset, Satu dari Dua Orang Berpotensi Terkena Kanker Pada Suatu Saat Dalam Hidup Mereka

Akibat makan berlebihan dapat juga timbul gejala berupa rasa sakit perut dan perut dirasakan penuh dan membengkak, hal ini dibuktikan dengan bersendawa yang keras bertubi-tubi.

Kejadian ini terutama ditemukan pada meraka yang bergantian menelan dan mengeluarkan udara. Bila tidak dapat bersendawa, maka perut akan terasa kembung (meteorismus) dan kentut (flatus) yang tidak berbau. Selain perut menjadi tidak enak juga dapat berakibat muntah dan diare.

Tubuh bannyak menghasilkan radikal bebas yang dihasilkan oleh tubuh . Oksigen yang kita hirup akan diubah oleh sel tubuh secara konstan menjadi senyawa yang sangat reaktif, dikenal sebagai senyawa reaktif oksigen yang diterjemahkan dari reactive oxygen species(ROS), satu bentuk radikal bebas.

Halaman Selanjutnya

Perisitiwa ini berlangsung saat proses sintesa energi…
Tag