Find Us On Social Media :

Idap Kelainan Kulit Langka, Pria Tampan Ini Tetap Cintai Kekasihnya

Pria tampan asal Brasil yang tetap mencintai kekasihnya walau mengidap kelainan kulit xeroderma pigmentosum.

GridHEALTH.id - Seorang pria tampan asal Brasil, Edmilson yang berusia 23 tahun bertunangan dengan kekasihnya yang berusia 28 tahun, Karine de Souza.

Berita pertunangan dua orang saling menyanyangi ini bukan sekedar berita biasa, pasalnya sang pria tampan ini bertunangan dengan seorang wanita yang mengidap kelainan kulit langka.

Baca Juga : Guru Ini Hampir Kehilangan Hidung Akibat Kulit Kering dan Migrain

Dilansir dari Grid.id, Karine de Souza mengidapt kelainan kulit langka yag disebut dengan xeroderma pigmentosum (XP).

Penyakit yang umumnya dikenal sebagai XP adalah kondisi bawaan yang ditandai oleh sensitivitas yang sangat terhadap sinar ultraviolet (UV) dari sinar matahari.

Dilansir dari Rare Diseases, kondisi ini sebagian besar memengaruhi mata dan area kulit yang terpapar sinar matahari.

Baca Juga : Tak Hanya Ibunda Mikha Tambayong, Beberapa Aktris ini Juga Pernah Alami Penyakit Autoimun

Seseorang yang sering terkena paparan sinar matahari dapat menyebabkan kulit kering (xeroderma) dan perubahan pewarnaan kulit (pigmentasi).

Beberapa individu yang terkena juga memiliki masalah yang berkaitan dengan sistem saraf.

Efeknya paling besar pada kulit, kelopak mata dan permukaan mata tetapi ujung lidah juga bisa rusak.

Selain itu, sekitar 25% pasien xeroderma pigmentosum juga mengalami kelainan sistem saraf yang bermanifestasi sebagai degenerasi saraf yang progresif dengan gangguan pendengaran.

Orang dengan xeroderma pigmentosum memiliki risiko 10.000 kali lipat untuk mengembangkan kanker kulit termasuk karsinoma sel basal, karsinoma sel skuamosa, dan melanoma.

Baca Juga : Bupati Demak Alami Patah Tulang Pinggul Akibat Kecelakaan di Tol Batang, Begini Pengobatannya

Gejala pada setiap orang mungkin berbeda, namun kemungkinan diantaranya:

Gangguan kulit 

Sekitar setengah dari pasien xeroderma pigmentosum mengalami luka bakar pada kulit yang terpapar sinar matahari setelah terkena paparan sinar matahari kurang dari 10 menit di bawah sinar matahari.

Luka bakar ini berevolusi selama beberapa hari dan mungkin membutuhkan waktu lebih dari seminggu untuk sembuh, bahkan beberapa orang mengalami luka bakar parah seperti yang dialami Karine de Souza.

Selain menghasilkan luka bakar pada tubuh, beberapa orang yang menderita xeroderma pigmentosum akan mengalami bintik-bintik di kulit (lentigos), dan kulit menjadi gelap atau menghitam.  

Untuk orang-orang dengan paparan sinar matahari berulang berulang secara terus-menerus memiliki efek yang parah, yang mengakibatkan perkembangan awal dari bintik-bintik kulit prakanker ( actinic keratosis) dan kanker kulit.

Gangguan mata

Kelopak mata dan permukaan mata yang terpapar sinar matahari biasanya akan terpengaruh yang menyebabkan terjadinya fotofobia (sensitivitas cahaya, atau nyeri saat melihat cahaya), dan konjungtiva (bagian putih mata) dapat menunjukkan peradangan yang disebabkan oleh sinar matahari.

Mata kering juga dapat menyebabkan peradangan kronis dan keratitis (radang kornea).

Pada kasus yang parah, keratitis dapat menyebabkan kornea menjadi keruh (kurangnya transparansi) dan vaskularisasi (peningkatan kepadatan pembuluh darah).

Baca Juga : Berendam Dalam Air Rendaman Bath Bomb Bikin Kulit Sehat Atau Tidak?

Efek gabungan ini dapat mengaburkan penglihatan, dan cenderung dapat membuat seseorang mengalami kebutaan.

Dengan paparan sinar matahari berulang-ulang, kelopak mata bisa mengalami atrofi (degenerasi), bulu mata bisa rontok, membuat mata tidak terlindungi dan berkontribusi terhadap hilangnya penglihatan.

Kanker kelopak mata, jaringan di sekitar mata, kornea dan sklera (bagian putih mata) dapat terjadi dan dapat mengakibatkan kehilangan penglihatan sepenuhnya. 

Gangguan sistem saraf

Sekitar 25% penderita xeroderma pigmentosum akan mengalami gangguan sistem saraf, seperti mikrosefali (kondisi yang ditandai oleh ukuran kepala yang lebih kecil dan perubahan struktural di otak), berkurangnya refleks tendon serta hilangnya pendengaran (ketulian yang disebabkan oleh kerusakan saraf pada saraf otak).

Penderitanya juga dapat mengalami gangguan kognitif progresif, kelenturan (kekakuan otot rangka), ataksia (kontrol dan koordinasi otot yang buruk), kejang, kesulitan menelan bahkan kelumpuhan pita suara.

Masalah-masalah ini diduga timbul karena hilangnya sel-sel saraf di otak. Otak pasien xeroderma pigmentosum menunjukkan atrofi (penyusutan) ditandai dengan pelebaran ruang berisi cairan di tengah otak. 

Baca Juga : Salah Kenakan Lip Balm, Pelajar Ini Nyaris Tewas Karena Minyak Almond

Kanker

Penderita xeroderma pigmentosum memiliki peluang lebih besar untuk terkena kanker tertentu.

Risiko terkena kanker kulit non-melanoma, seperti karsinoma sel basal dan karsinoma sel skuamosa, kanker rongga mulut, khususnya karsinoma sel skuamosa di ujung lidah (daerah yang terpapar sinar matahari non-berpigmen), sering terjadi terutama pada pasien berkulit gelap.

Kanker internal yang telah dilaporkan pada individu dengan xeroderma pigmentosum meliputi: kanker otak, tumor sumsum tulang belakang, kanker paru-paru pada pasien yang merokok, leukemia (kanker sel darah putih), kanker tiroid, uterus, payudara, pankreas, lambung, ginjal, dan testis.

Baca Juga : Penata Gaya Ini Tak Dapat Pergi Tanpa Make Up Akibat Jerawat Kistik

Namun beberapa hal tersebut tidak menjadi halangan bagi pria tampan asal Brasil tersebut untuk tetap mencintai kekasihnya.

Bahkan Edmilson menjadi inspirasi banyak orang bahwa mencintai bukanlah sebatas fisik saja. (*)