Kebiasaan Tak Sarapan Pagi Ternyata Bisa Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung dan Diabetes

Senin, 12 Agustus 2019 | 11:13
Medical News Today

Kebiasaan melewatkan sarapan pagi bisa tingkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes.

Penelitian menunjukkan, bahwa orang yang sarapan lebih mungkin memenuhi kebutuhan nutrisinya secara menyeluruh, seperti asupan serat, vitamin A, vitamin B, vitamin C, kalsium dan banyak lainnya.

Baca Juga: Tak Perlu Repot, Begini Cara Hilangkan Ketombe dengan Cairan Unik Buatan Sendiri

Sarapan dapat meningkatkan fokus

Jika ingin beraktivitas secara optimal selama seharian penuh, maka sarapan tak boleh ditinggalkan.

Sebab, tanpa sarapan akan membuat tubuh dan pikiran kesulitan untuk berkonsentrasi.

Tak hanya itu, melewatkan sarapan juga dapat memperburuk mood atau suasana hati, seperti cenderung mudah tersinggung dan mudah merasa lelah.

Baca Juga: Makanan Pedas Bukan Penyebab Kanker Mulut, Justru Kaya Antioksidan!

Ahli nutrisi menyarankan agar sarapan setidaknya 2 jam setelah bangun pagi.

Melewatkan sarapan demi menurunkan berat badan, sudah terbukti tak membuahkan hasil yang baik.

Untuk itu, mulailah kebiasaan menyantap sarapan di pagi hari yang memiliki banyak manfaat bagi tubuh.(*)

Tag

Sumber WebMD, Mayo Clinic, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia