Find Us On Social Media :

Indonesia Darurat Infeksi Virus, Total 34 Kasus Positif Covid-19 dan 104 Orang Meninggal Karena DBD

Seorang pasien demam berdarah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (3/2/2016).

GridHEALTH.id - Pasien positif virus corona di Indonesia kembali bertambah tujuh orang.

Dengan begitu, total kasus virus Covid-19 di tanah air berjumlah menjadi 34 orang.

Dimana dua orang orang dinyatakan sembuh dan satu orang diantaranya yang diketahui warga negara asing disebut meninggal dunia.

Baca Juga: Update Covid-19; Cara Penularan Virus Corona dari Jenazah yang Terinfeksi ke Manusia Hidup

Menurut Juru Bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto, pasien yang meninggal dunia tersebut masuk ke rumah sakit dalam keadaan sakit berat.

Ia diketahui memiliki riwayat penyakit seperti diabetes, hipertensi, dan paru obstruksi menahun.

Namun belum usai permasalahan kasus virus corona, pemerintah Indonesia juga ternyata sedang dipusingkan dengan kasus penularan Demam Berdarah Dengue ( DBD).

Bahkan kasus DBD di tanah air ini ratusan kali lipat lebih banyak ketimbang kasus positif virus corona.

Baca Juga: Viral Tamu Undangan Wajib Pakai Hand Sanitizer di Tengah Kasus Virus Corona, Padahal Bisa Memperburuk Kondisi Kulit

Baca Juga: Jangan Keliru, Ini Bedanya Bakteri dan Virus yang Sebabkan Penyakit

Pemerintah melalui Kementerian kesehatan mencatat, sejak Januari hingga 11 Maret 2020, terdapat 17.820 kasus DBD.

"Jumlah kasus DBD per 11 Maret 2020 tercatat sebanyak 17.820 kasus," ujar Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Siti Nadia Tarmizi dikutip dari Kompas.com (11/3/2020).

Dari ribuan kasus DBD tersebut, diketahui 104 kasus diantaranya tercatat meninggal dunia.

Menurut Siti, kasus kemaatian akibat DBD paling banyak terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT).

Baca Juga: Benarkah Jenazah Pasien Virus Corona Masih Bisa Menyebarkan Covid-19?

"Ada 32 (kasus kematian) dari 104 kematian ada di Provinsi NTT. Dari jumlah itu (32 kematian di NTT), sebanyak 14 kasus di antaranya terjadi di Kabupaten Sikka," terang Siti.

Adapun 10 provinsi di Indonesia yang paling banyak ditemukan kasus DBD, diantaranya sebagai berikut;

Baca Juga: Memilih Kontrasepsi Untuk Wanita Gemuk Perlu Hati-hati, Ini Alasannya

Baca Juga: Ada 19 Orang Positif Virus Corona di Indonesia, Juru Bicara Sebut Kebanyakan 'Imported Case'

1. Lampung (3.423 kasus)

2. NTT (2.711 kasus),

3. Jawa Timur (1.761 kasus),

4. Jawa Barat (1.420 kasus),

5. Jambi (703 kasus),

6. Jawa Tengah (648 kasus),

7. Riau (602 kasus),

8. Sumatera Selatan (593 kasus),

Baca Juga: Hamil 'Bayi Pelangi', Antara Gembira dan Waswas, Ini yang Perlu Dilakukan Agar Kehamilan Sehat

9. DKI Jakarta (583 kasus) dan

10. NTB (558 kasus).

Diketahui penyakit DBD ini memang sangat berbahaya karena bisa menyerang organ dalam tubuh yang memicu komplikasi dan menyebabkan kematian.

Melansir dari Mayo Clinic, komplikasi utama yang sering terjadi saat terserang DBD adalah kerusakan pembuluh darah dan kelenjar getah bening.

Baca Juga: Update Covid-19; Bertambah Jadi 27, Ini Kata Pakar Biologi Molekuler

Baca Juga: Virus Corona Bikin Masyarakat Panik, PDEI dan MKHI Soroti Pemberitaan

Selain itu, ada juga pendarahan organ dalam yang ditandai dengan mimisan, gusi berdarah, badan mudah memar tanpa sebab, hingga BAB berdarah.

Nah, perdarahan di dalam organ tersebut lambat laun dapat menyebabkan syok akibat tekanan darah yang menurun drastis dalam waktu singkat.

Syok disini bukan berarti kaget, tetapi sudah sampai tahap yang lebih parah.

Jika itu yang dialami, artinya penyakit demam berdarah sudah masuk kategori dengue shock syndrome (DSS).

Baca Juga: Selalu Berpakaian Nyentrik, Rama Aiphama Dikabarkan Meninggal Dunia Akibat Sakit Lambung

Ini adalah jenis demam dengue yang paling parah dan bisa menyebabkan gagal jantung dan gagal ginjal, Bahkan kemungkinan berujung pada kematian.

Ditahap ini pasien demam berdarah dengue bisa mengalami kebocoran plasma.

Melihat keterangan kasus tersebut, adabaiknya kita mencegah kedua penularan virus, baik itu virus corona maupun DBD dengan menjalani gaya hidup sehat dan menjaga kebersihan lingkungan.(*)

Baca Juga: Viral Tamu Undangan Wajib Pakai Hand Sanitizer di Tengah Kasus Virus Corona, Padahal Bisa Memperburuk Kondisi Kulit

 #berantasstunting