Find Us On Social Media :

Fatality Rate Indonesia Kasus Corona Disorot , Lampaui Italia dan Iran

Fatality rate (angka kematian) di Indonesia akibat virus corona sudah melampaui Iran dan Italia.

GridHEALTH.id - Bak membuka kotak pandora, virus corona (Covid-19) di Indonesia ketahuan semakin mewabah.

Jumlah penderita melonjak drastis hanya dalam sehari, yakni 227 kasus dari sebelumnya 172 kasus per Rabu (18/3) dan 11 sembuh. 

Namun yang paling mengkhawatirkan adalah angka kematian dengan case fatality rate (CFR) yang tinggi.

Tercatat sudah ada 19 orang dari 227 penderita meninggal, sehingga fatality rate mencapai 8,37% (jumlah meninggal dibagi angka positif x 100%). 

Sebagai catatan, hitungan ini merupakan hitungan cara termudah karena pandemi masih berjalan. Antara satu negara dengan negara lainnya memiliki titik start yang berbeda.

Korban yang meninggal tersebar di beberapa daerah. Terbanyak di Jakarta 12 jiwa, Bali dan banten masing-masing 1 orang, Jawa Barat 1 orang, Jawa Tengah 2 orang, Jawa Timur 1 orang, dan Sumatera Utara 1 orang.

Baca Juga: Peneliti AS: Virus Corona Dapat Hidup Berjam-jam di Udara dan Permukaan Barang

Baca Juga: Studi : Susu, Yoghurt dan Keju Dapat Mencegah Risiko Munculnya Stroke

"Data ini dari tanggal 17 Maret setelah pukul 00 sampai 18 Maret. Ada penambahan yang signifikan," ujar juru bicara pemerintah untuk penanganan corona, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers seperti dikutip dari Kompas.com

Persentase ini sudah melampaui China, negara yang pertama kali mengumumkan pasien corona, dengan jumlah penderita terbanyak mencapai 81.102 orang.

Meski di negara ini puluhan ribu orang terinfeksi, persentase kematian hanya sebesar 3,99% atau 3.241 jiwa. 

Lihat Italia, negara yang memiliki jumlah penderita paling banyak di Eropa. Dari data yang ditunjukkan peta realtime Worldmeters, Italia memiliki persentase kematian 7,94 %. Yakni, 2.503 jumlah korban meninggal dari 31.506 kasus. 

 

Iran yang memiliki angka pasien mencapai 16.169 penderita cuma berada di angka 6,11% dengan korban meninggal sebanyak 988 jiwa.

Masih merujuk Worldmeters, persentase kematian tertinggi  dimiliki oleh San Marino dengan perbandingan pasien meninggal  11 orang dan 119 terinfeksi, yakni 9,2%.

Tertinggi kedua yakni Filipina, yakni 8,42%, dengan angka 202 penderita dan 17 meninggal.

Baca Juga: Bermula Dari Tweet Menteri Kesehatan Perancis, WHO Sarankan Parasetamol daripada Ibuprofen Untuk Tangani Demam Pasien Covid-19

Baca Juga: Jeli Lihat Peluang Louis Vuitton Ubah Pabrik Parfumnya Menjadi Pembuat Pembersih Tangan

Penyebab dari wabah ini adalah virus corona jenis baru yang disebut dengan novel coronavirus 2019 (2019-nCoV).

Penyakit ini termasuk dalam golongan virus yang sama dengan virus penyebab severe acute respiratory syndrome (SARS) dan Middle-East respiratory syndrome (MERS).

Infeksi virus Corona yang disebut COVID-19 ini pertama kali terjadi di kota Wuhan, China dan sekarang telah ditemukan di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Ketika terinfeksi virus Corona, seseorang akan mengalami gejala mirip flu, seperti demam, batuk, dan pilek.

Namun, beberapa hari setelahnya, orang yang terserang infeksi virus corona bisa mengalami sesak napas akibat infeksi pada paru-paru (pneumonia).

Hingga saat ini, belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan infeksi virus Corona.

Oleh sebab itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengimbau agar masyarakat tidak memandang sepele penyakit ini dan senantiasa melakukan tindakan pencegahan.

Baca Juga: Peneliti Sebut Golongan Darah A Rentan Virus Corona, Golongan Darah O Lebih Kebal

Baca Juga: 6 Tanda Dini Serangan Stroke, Tekanan Darah Tinggi Salah Satunya

Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah infeksi virus Corona adalah:

1. Mencuci tangan dengan benar

2. Menggunakan masker

3. Menjaga daya tahan tubuh

4. Tidak pergi ke negara terjangkit

5. Menghindari kerumunan (social distancing)

6. Menghindari kontak dengan hewan yang berpotensi menularkan virus corona. (*)

#hadapicorona