Find Us On Social Media :

IDI Desak Indonesia Harus Lockdown, Jokowi: 'Setiap Negara Berbeda-beda'

Jokowi tetap tak akan lakukan lockdown meski didesak IDI

GridHEALTH.id - Desakan lockdown di tengah pandemi virus corona (Covid-19) kini semakin menguat.

Beberapa negara maju seperti Italia, Denmark, Perancis, Spanyol, Irlandia, Selandia Baru bahkan Malaysia kini telah melakukan lockdown demi menekan angka peningkatan penularan virus corona.

Baca Juga: Polisi hingga TNI di Tempat Keramaian, WHO Sebut Lockdown Bukan Cara Meminimalisir Penularan Virus Corona

Melihat beberapa negara tersebut, sebagian masyarakat Indonesia bahkan para petugas medis di Tanah Air pun mendesak pemerintah untuk melakukan lockdown.

Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indoensia, Profesor Zubairi Djoerban menyatakan bahwa dirinya menginginkan Indonesia di-lockdown.

Baca Juga: Jenazah PDP Covid-19 di Kolaka Sulawesi Dibawa Pulang dengan Mobil Pribadi, Satu Keluarga Demam Usai Mandikan Jenazah Corona

“Pertama, ini masalah serius jadi harus bekerja cepat sekali enggak boleh sebaliknya. Penerimaan informasi masyarakat juga harus terus diperbarui karena kerja sama dengan mereka amat diperlukan,” kata Zubairi pada wartawan di Jakarta, Senin (23/3/2020).

Sayangnya, usulan lockdown tersebut malah ditolak oleh Presiden Joko Widodo.

Dalam rapat dengan gubernur seluruh Indonesia lewat video conference dari Istana Merdeka, Jakarta pada Selasa (24/3/2020), Jokowi membeberkan alasan tidak ada lockdown di Indonesia.

Jokowi melihat adanya perbedaan karakteristik Indonesia dengan negara lain menjadi salah satu pertimbangannya.

Baca Juga: Ibunda Jokowi Meninggal Dunia di Usia 77 Tahun, Sempat Jalani Tindakan Operasi 2 Tahun Lalu

"Perlu saya sampaikan bahwa setiap negara memiliki karakter yang berbeda-beda, memiliki budaya yang berbeda, memiliki kedisiplinan yang berbeda-beda. Oleh karena itu kita tidak memilih jalan itu (lockdown)," kata Jokowi.

Sepertinya beberapa sektor pemerintah masih meragukan tindakan isolasi negara atau lockdown.

Banyak hal yang perlu dipertimbangkan, mulai dari pasokan makanan, hingga kondisi beberapa orang yang tidak memiliki tempat tinggal.

Bahkan tingkat kesiapan mental warga negara Indonesia yang dinilai belum seperti masyarakat di negara maju menjadi pertimbangan tersendiri.

Baca Juga: Pangeran Charles Positif Terinfeksi Virus Corona, Bagaimana Kondisi Ratu Elizabeth II dan Keluarganya?

Menanggapi kebijakan pemerintah yang belum mau menerapkan lockdown, IDI berkata bahwa hal tersebut dinilai sembarangan.

Baca Juga: Direncanakan Bisa Tampung 22 Ribu Pasien, Seorang Warga Sebut RS Darurat Corona di Wisma Atlet Belum Siap Tangani Pasien Covid-19

"Jangan bikin kebijakan ngawur," tegas Zubairi. (*)

 #hadapicorona #berantasstunting