Find Us On Social Media :

Nyawa 80 Juta Anak di Dunia Mulai Terancam Akibat Pandemi Covid-19

Aturan lockdown karena pandemi virus corona (Covid-19) membuat program imunisasi anak terancam.

GridHEALTH.id - Berlakunya aturan lockdown atau pembatasan wilayah untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) kembali menimbulkan masalah baru.

Dimana Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Badan PBB untuk masalah anak-anak (UNICEF) menyebut aturan tersebut membuat membuat nyawa 80 juta anak di dunia menjadi terancam.

Hal ini bukan tanpa alasan, sebab program imunisasi yang harusnya rutin dijalankan kini justru menjadi terhambat.

Alhasil kondisi tersebut membuka jalan timbulnya penyakit-penyakit mematikan yang sebenarnya dapat dicegah dengan imunisasi rutin.

Baca Juga: New Normal, Penumpang Dilarang Bicara dan Telepon di Kereta Komuter

Baca Juga: 135 Tenaga Medis Jatim Terinfeksi Virus Corona, Gugus Tugas Khawatir Pasien Tak Tertangani

Diketahui seperti dikutip dari Mayo Clinic, imunisasi bermanfaat meningkatkan kekebalan tubuh bayi dan anak sehingga mampu melawan penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin tersebut.

Adapun penyakit berbahaya yang bisa dicegah oleh imunisasi diantaranya seperti polio, hepatitis b, TBC, difteri, dan masih banyak yang lainnya.

Baca Juga: Kewajiban Salat Jumat Setelah New Normal Diberlakukan Menurut MUI

Menurut Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus bahwa pandemi sangat menganggu program vaksinisasi di puluhan negara. 

"Covid-19 melemahkan layanan imunisasi, yang sebenarnya berpotensi menyelamatkan jiwa di seluruh dunia. Puluhan juta anak, baik di negara maju dan miskin, berisiko terkena penyakit mematikan seperti difteri, campak, dan pneumonia," ujar Tedros dilansir dari Science Alert, Senin (25/5/2020).

Baca Juga: Fakta Varises Disebabkan Kebiasaan Sering Duduk Bersila saat WFH

Ia juga mengatakan meski dunia saat ini tengah sibuk mencari vaksin yang aman dan efektif untuk Covid-19, tapi vaksin untuk beragam virus yang telah lebih dulu ditemukan tetap perlu diberikan pada anak-anak.

Analisis awal menunjukkan bahwa penyediaan layanan imunisasi rutin secara substansial terhambat setidaknya di 68 negara.

Baca Juga: Pakar Epidemiologi UI dan Ilmu Kesehatan Masyarakat FK Unpad Angkat Bicara Mengenai New Normal di Bulan Juni

"Ini kemungkinan akan mempengaruhi sekitar 80 juta anak di bawah usia satu tahun yang tinggal di negara-negara tersebut," kata Tedros.

Sementara itu, para ahli mengatakan sangat penting untuk mempertahankan program vaksinasi rutin khususnya di negara-negara miskin, karena jaringan itu pula yang nantinya digunakan untuk mendistribusikan vaksin Covid-19, jika sudah ditemukan.(*)

Baca Juga: Tak Punya Penghasilan Sejak PSBB, Seorang Ayah Rela Serahkan Kedua Anak Balitanya ke Petugas PSBB

 #berantasstunting #hadapicorona