Find Us On Social Media :

Ahli Sebut Virus Corona Bakal Bertahan di Indonesia sampai 5 Tahun: 'Pandemi Ini Masih Panjang', Akan Kasus Flu Spanyol Terulang?

Pandemi Flu Spanyol sekitar tahun 1928-1920.

GridHEALTH.id -  Virus corona kini seakan menghantui sudut titik kehidupan manusia.

Bahkan kabar yang terbaru, virus corona penyebab Covid-19 ini dapat menyebar dan menular melalui udara (airborne).

Baca Juga: Bukan dari Wuhan, Virus Corona Telah Ada di Spanyol Sejak Maret 2019 Berasal dari Air Limbah

Meski kabar tersebut terdengar mengerikan, masyarakat kini seakan diberi angin segar terkait berita-berita prediksi akhir penyebaran virus corona.

Namun sayangnya, kabar bahagia tersebut seakan sirna seketika kala sang ahli epidemiolog menyebut, kemungkinan virus corona dapat bertahan di Indonesia sampai 5 tahun mendatang.

Baca Juga: Seperti Tak Masuk Akal, Peneliti Ini Buktikan Bahwa Sapi hingga Anjing Rupanya Punya Indera Keenam

Melihat kemungkinan ini, tak ubahnya dengan flu Spanyol yang menyerang selama dua tahun, sejak tahun 1918-1920.

Ahli epidemiologi dari Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono menilai, pandemi Covid-19 di Indonesia tidak akan selesai dalam waktu dekat.

Menurutnya, pandemi Covid-19 masih akan berlangsung dalam beberapa tahun ke depan.

Baca Juga: Akibat Banyak Anggotanya yang Wafat Gara-gara Covid-19, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Dihujat Warganet, Padahal Tenaga Medis Ini Banyak Tertular dari Pasien yang Tak Jujur

"Pandemi ini masih panjang, (bisa) dua, tiga, empat tahun, atau mungkin sampai lima tahun. Jadi jangan mimpi bahwa pandemi akan selesai tahun ini karena masalahnya susah sekali," ujar Pandu dikutip dari Kompas.com pada Kamis (9/7/2020).

Pandu mengatakan bahwa pemerintah tak serius menangani pandemi Covid-19.

Pemerintah daerah tak melakukan pemeriksaan Covid-19 dengan PCR karena tak ingin daerahnya berstatus zona merah.

Baca Juga: Dari Udara hingga Kentut, Beberapa Hal dalam Tubuh Manusia Ini Bisa Menyebarkan Virus Corona

Dengan tindakan tersebut, maka pandemi ini menurutnya tak akan selesai dengan cepat.

"Jadi jangan mimpi untuk bisa mengakhiri pandemi ini selesai dengan cepat karena memang kita tidak serius sama sekali menangani pandemi," katanya.

Meski tak ingin pandemi yang sama seperti flu Spanyol ini terulang, namun jika masyarakat tetap tak menerapkan protokol kesehatan (memakai masker, mencuci tangan, dan manjega jarak), sepertinya pandemi ini sulit berakhir.

Baca Juga: Tak Ingin Ada Klaster Baru Covid-19, Menko PMK Muhadjir Effendy Tegaskan Masjid Istiqlal Tiadakan Salat Idul Adha

Perlu diketahui, pandemi flu Spanyol rupanya telah menginfeksi 500 juta orang di seluruh dunia dalam 2 tahun.

Bahkan pandemi ini membunuh sekitar 50 juta jiwa, termasuk di Indonesia.

Flu Spanyol ini disebabkan oleh virus ditularkan melalui udara.

Ada yang menyebut jika flu Spanyol berasal dari virus yang dibawa oleh beberapa buruh asal China dan Vietnam yang direkrut militer Inggris dan Perancis selama Perang Dunia I.

Baca Juga: Jelang Tahun Ajaran Baru, Pejabat Kesehatan AS: Menutup Sekolah Berisiko Sebabkan Kesehatan Masyarakat Lebih Besar

Hal ini disinyalir akibat para buruh terbiasa hidup berdekatan dengan burung dan babi.

Sedangkan peneliti lainnya menyatakan bahwa flu Spanyol berasal dari India atau Perancis. (*)

#hadapicorona