Find Us On Social Media :

Seperti Infeksi AIDS, Virus Corona Ternyata Menular Melalui Plasenta dari Ibu ke Bayi yang Dikandungnya

Infeksi virus corona bisa menular melalui plasenta ke bayi yang dikandung ibu yang positif Covid-19

GridHEALTH.id - Seperti Infeksi AIDS, Virus Corona Ternyata Menular Melalui Plasenta dari Ibu ke Bayi yang Dikandungnya

Penelitian di Italia pada wanita hamil trimester 3, virus corona menular melalui plasenta ke bayi yang dikandung seorang ibu terinfeksi Covid-19.

Baca Juga: Berkat Para Pembelot Cerdas, Intelejen Donald Trump Mudah Dapatkan Data Laboratorium Wuhan Termasuk Virus Corona

Infeksi virus corona alias Covid-19 ini setelah sebelunya disebut WHO menular melalui droplet dan kini disebut juga menular melalui udara, bagaimana dengan penularan pada bayi yang dikandung ibu hamil positif Covid-19?

Hal itu menjadi pertanyaan banyak pihak, terlebih masyarakat yang mulai bingung dengan plin-plannya statements WHO.

Mengenai infeksi virus, jika merujuk pada infeksi virus HIV/AIDS, penularan bisa terjadi pada bayi dari ibu yang terinfeksi HIV/AIDS.

Bagaimana dengan infeksi Covid-19?

Baca Juga: Mudah Didapat, Ini 5 Bahan Alami yang Bisa Bantu Mempercepat Pengobatan ISPA

Ternyata pada ibu yang terinfeksi virus corona, ditemukan virus pada jaringan plasenta, tali pusat, bagian Miss V, hingga ASI-nya.

Bahkan, didentifikasi antibodi Covid-19 secara spesifik yang ada pada tali pusat beberapa wanita hamil.

Claudio Fenizia, dari University of Milan sebagai penulis utama studi juga mengatakan bahwa jumlah yang terinfeksi diseluruh dunia juga banyak yang wanita.

"Mengingat jumlah orang yang terinfeksi di seluruh dunia, jumlah wanita yang berpotensi terkena dampak ini sangatlah tinggi," ujar Claudio Fenizia.

Fenizia menekankan bahwa selama masa penelitian tidak ada bayi lahir yang dites positif Covid-19.

Lalu World Health Organization (WHO) bulan lalu mengatakan bahwa ibu baru yang terinfeksi COVID-19 harus terus menyusui.

“Kita tahu bahwa anak-anak berisiko relatif rendah terhadap COVID-19, tetapi berisiko tinggi terhadap berbagai penyakit dan kondisi lain jika ibu mencegah pemberian ASI,” kata ketua WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Namun tim menemukan bahwa ada respon inflamasi spesifik yang dipicu oleh Covid-19 dalam plasenta wanita dan plasma darah tali pusar.

Fenizia mengatakan bahwa para wanita yang diteliti semuanya dalam trimester ketiga, mengingat jangka waktu epidemi Italia.

Sekarang penelitian lebih lanjut dilakukan pada wanita yang berada di awal kehamilan dan sudah positif Covid-19.

"Studi kami bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan mengundang ilmuwan lain untuk mempertimbangkan kondisi wanita hamil yang positif Covid-19 dengan prosedur bersalin yang aman." ujar Claudio Fenizia.

"Saya percaya bahwa sosialisasi soal pencegahan adalah hal yang lebih aman untuk pasien wanita yang sedang hamil," tandasnya.

Meski sudah banyak bukti kuatnya seperti yang dijabarkan, penelitian ini masih terus dikembangkan agar bisa menjadi lebih matang.

Penelitian ini dirilis pada Konferensi AIDS Internasional.(*)

#berantasstunting

#HadapiCorona 

Artikel inu telah tayang di nakita.id dengan judul; Penelitian Soal Wanita Hamil yang Terinfeksi Covid-19 Berpotensi Menularkan pada Bayinya yang Baru Lahir Telah Dilakukan, Apa Hasilnya?