Find Us On Social Media :

Petaka Tes Covid-19, Balita 1 Tahun Meninggal Dunia Usai Jalani Rangkaian Tes Swab

Balita berusia satu tahun tewas setelah melakukan tes covid-19 di rumah sakit.

GridHEALTH.id - Petaka Tes Covid-19, Balita Berusia Satu Tewas Usai Jalani Rangkaian Tes Swab

Seorang balita berusia satu tahun dinyatakan meninggal dunia usai menjalani rangkaian tes Covid-19.

Baca Juga: Banyak Kasus Dokter Terinfeksi Corona Karena Kelalaian Diri Sendiri, Buka Melulu Karena Ketidakjujuran Pasien, Benarkah?

Kejadian memilukan menimpa, balita berusia satu tahun di Shaqra, Arab Saudi.

Dimana balita berinisial A tersebut dinyatakan meninggal dunia usai menjalani rangkaian tes Covid-19.

Dilansir dari dari media setempat Al Arabiya (14/7/2020), kejadian ini bermula ketika keluarga korban membawa A ke Rumah Sakit Umum Shaqra karena mengalami kenaikan suhu yang mendadak.

Sama seperti di rumah sakit lainnya, disana A diminta menjalani prosedur tes Covid-19 guna mendeteksi korban terinfeksi virus corona atau tidak.

Salah satu tes yang dilakukan adalah tes swab.

Baca Juga: Banyak Kasus Dokter Terinfeksi Corona Karena Kelalaian Diri Sendiri, Buka Melulu Karena Ketidakjujuran Pasien, Benarkah?

Baca Juga: Mau Tahu, Mengapa Ada Manusia yang Menurut Dokter Sudah Meninggal Dunia Tapi Bisa Hidup Kembali?

Menurut Mayo Clinic, tes swab merupakan proses pengambilan sampel lendir dari saluran pernapasan. Caranya dengan mengusap tenggorokan melalui mulut dan hidung.

Hal ini dilakukan karena virus corona sama seperti flu, yaitu menyerang saluran pernapasan, sehingga hasil dari sampel tersebut akan diuji kebenarannya di laboratorium.

Baca Juga: Mencuci Piring Dahulukala Pakai Sabut Kelapa, Kini dengan Sopns, Benda Paling Kotor Setelah Toilet

Tapi sayang saat balita A melakukan tes Swab, alat yang yang digunakan justru patah dan tersumbat di dalam hidung.

Dokter yang menanganinya pun langsung berupaya melakukan anastesi ke korban guna mengeluarkan patahan alat terebut.

Baca Juga: Jangan Sekali-kali Memberikan Madu Pada Bayi Dibawah Usia 1 Tahun, Si Kecil Berisiko Terkena Botulisme

Namun cara itu tidak berhasil, dan balita laki-laki itu justru ditinggalkan begitu saja oleh tim medis tanpa penanganan lanjutan.

Alhasil korban yang masih di bawah umur itu pun kesulitan bernapas dan kehilangan kesadaran.

Baca Juga: Vaksin Covid-19 Belum Ditemukan, Jusuf Kalla; 'Kita Pakai Masker Hingga 3 Tahun Kedepan'

Nahas A kemudian dinyatakan meninggal dunia usai 24 jam masuk rumah sakit.

Kematian A sangat disesali keluarga korban, paman sekaligus kuasa hukum korban berkata,"Anak itu tak punya penyakit kronis. Pada Jumat sore badannya panas lalu dibawa ke rumah sakit oleh ibunya. Meski cuma panas, dia tetap diminta ikut tes swab."

Baca Juga: Usai Ancaman Reshuffle Kabinet, Jokowi Gertak Menteri Tak Bertele-tele dalam Berikan Laporan Kasus Covid-19

Sang paman menyebut, keponakannya kesulitan bernapas lantaran saluran udara di paru-parunya tertutup alat Swab.

"Ketika kami minta agar korban dipindah ke rumah sakit lain, kami harus duduk menunggu ambulans yang tak kunjung datang. Ketika zuhur, korban tak pula dipindahkan, dan justru meninggal dunia," jelasnya.

Baca Juga: Tak Hanya untuk Kesehatan Fisik, Olahraga Mampu Mengatasi Depresi Seperti Disebut Cinta Laura

Sementara ayah korban, Abdullah Al Joufan diketahui awalnya menolak upaya anastesi yang dilakukan oknum dokter tersebut. Ia bahkan meminta agar putranya ditangani dokter spesialis.

"Tapi, petugas rumah sakit mengatakan dokter spesialis sedang absen," ucap Abdullah.(*)

Baca Juga: Ahli; Ekstrak Ikan Gabus Bisa Percepat Penyembuhan Pasien Covid-19, Ini 8 Manfaat Lainnya

 #berantasstunting

#hadapicorona