Find Us On Social Media :

Peneliti Temukan Wanita yang Sering Konsumsi Pil Kontrasepsi Rentan Terjangkit Corona

(Ilustrasi) Sering minum pil kontrasepsi disebut sangat rentan terinfeksi virus corona.

GridHEALTH.id - Di masa pandemi, penggunaan pil kontrasepsi alias pil KB mengalami peningkatan. Hal ini dipicu setelah kebanyakan orang hanya beraktivitas di rumah saja.

Tetapi studi terbaru memperingatkan akan konsumsi berlebihan obat pencegah kehamilan ini.

Sebabnya, penelitian terbaru dari Amerika Serikat tersebut menemukan bahwa wanita yang terlalu banyak mengonsumsi pil kontrasepsi lebih berisiko terjangkit virus corona (Covid-19).

Dilansir dari The Sun, disebutkan bahwa beberapa jenis obat pencegah kehamilan bisa menyebabkan penggumpalan darah (trombosis) dan menjadi lebih parah saat terinfeksi virus corona.

Dalam laporannya ditemukan bahwa satu dari tiga pasien yang terinfeksi Covid-19 di AS memiliki trombosis.

Baca Juga: Klaim Obat Covid-19 Kian Marak, YLKI Sebut Faktor Ekonomi Masyarakat Indonesia Jadi Alasan Pemicunya

Baca Juga: Dikembangkan Sesuai dengan Covid-19 yang Beredar di Indonesia, Jokowi Sebut Vaksin Merah Putih Selesai Tahun 2021

Studi itu juga menunjukkan, wanita hamil yang mengonsumsi pil kontrasepsi, atau sedang menjalani terapi pergantian hormon (HRT) memiliki risiko lebih besar terinfeksi virus corona baru.

Hanya, Dr Daniel Spratt dari Maine Medical Center, Portland, AS mengatakan, memang butuh penelitian tambahan untuk mengidentifikasi, apakah wanita hamil perlu mendapat terapi antikoaglan.

Baca Juga: Ikut Kecanduan Bersepeda, Produser Simon Cowell Terjatuh hingga Jalani Operasi Punggung

Selain itu, hal itu juga guna menentukan, apakah konsumsi pil kontrasepsi dan HRT harus dihentikan atau tidak.

Menurut Spratt, virus corona bisa menyebabkan penggumpalan darah. Estrogen pada wanita hamil dan penerima HRT berpotensi mati akibat trombosis yang terjadi.

Baca Juga: Dokter Ini Buktikan Pakai 6 Masker Sekaligus Tak Bikin Napas Sesak

Biasanya, penggumpalan darah terjadi di kaki. Setelah itu, menjalar ke tubuh bagian atas hingga menyebabkan penyakit jantung atau stroke. Mengutip The Sun, obat pencegah kehamilan bisa memunculkan risiko tersebut.

Baca Juga: Ikut Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19, Ridwan Kamil Tegaskan Tak Ada Istilah 'Rakyat Dikorbankan'

Sebuah penelitian yang dipublikasikan di The Journal Endocrinology menyebutkan, risiko penggumpalan darah pada wanita lebih besar saat terkena virus corona.

Hanya, hubungan antara penggumpalan darah dan virus corona, termasuk efek terapi estrogen dan kehamilan, memang cukup membingungkan.

Baca Juga: Dokter Ini Buktikan Pakai 6 Masker Sekaligus Tak Bikin Napas Sesak

Karena itu, Spratt bilang, perlu penelitian pra klinis dan uji klinis bentuk jaringan untuk menjelaskannya.

Meski ada cara alternatif seperti menggunakan suntikan atau implan, The Sun melaporkan, obat pencegah kehamilan masih jadi favorit masyarakat Inggris.

Baca Juga: Klaim Obat Herbal Ampuh Sembuhkan Covid-19 Dapat Dipidana, Apalagi Kelabui Konsumen

Lebih dari tiga juta wanita Inggris mengonsumsi obat itu, walau ada efek samping, seperti depresi atau perubahan mood.

Pada umumnya, penggumpalan darah pada wanita hanya terjadi 1 dibanding 1.000 perempuan. Namun, pandemi virus corona bisa membuat jumlah tersebut meningkat.

Spratt mengatakan, risiko penggumpalan darah pada wanita hamil naik sebanyak empat hingga lima kali lipat.(*)

Baca Juga: Ternyata Masalah Air Bersih Jadi Penyebab Covid-19 Makin Mewabah

 #berantasstunting #hadapicorona

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id  dengan judul Hati-hati! Wanita yang konsumsi pil kontrasepsi lebih berisiko terjangkit corona