Find Us On Social Media :

Jumlah Dokter Meninggal Akibat Covid-19 Kian Meningkat, IDI: 'Ini Situasi Krisis dalam Pelayanan Kesehatan'

IDI sebut jumlah dokter yang meninggal termasuk situasi krisis

GridHEALTH.id -  Pandemi Covid-19 yang telah menyebar lebih dari 7 bulan di Indonesia  rupanya telah merenggut nyawa ratusan tenaga medis.

Berdasarkan data Ikatan Dokter Indonesia (IDI), hingga Oktober 2020, ada lebih dari 100 orang dokter meninggal dunia akibat terpapar Covid-19.

Baca Juga: Jumlah Dokter dan Tenaga Medis Kian Berkurang, Anies Baswedan: 'Tanggal 6 Oktober, Kita Akan Ketemu Masalah Baru'

Menurut Wakil Ketua Tim Mitigasi PB IDI Ari Kusuma Januarto, jumlah dokter di Indonesia meninggal dunia akibat virus corona bertambah 4 orang dalam sepekan.

"Pekan ini, empat orang dokter meninggal dunia akibat Covid-19. Dalam waktu dua pekan Oktober, sudah ada sembilan dokter meninggal dunia. Sehingga, total 136 dokter wafat akibat Covid-19 (secara keseluruhan)," tuturnya, dikutip dari Kompas.com.

Baca Juga: Hirup Uap dari Panci Presto Dapat Membunuh Virus Corona, Benarkah?

Melihat hal tersebut, IDI menyebut, Indonesia dalam situasi krisis pelayanan kesehatan.

"Sudah ratusan tenaga medis dan tenaga kesehatan di Indonesia meninggal dalam tugas pelayanan yang terpapar Covid-19. Ini adalah situasi krisis dalam pelayanan kesehatan saat ini," kata Ari.

Sementara itu, Ketua Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyebutkan kekecewaannya.

Baca Juga: Pakar Epidemiologi UI Tuding Pemerintah Tekan Testing Covid-19 Demi Pilkada 2020; 'Supaya Tidak Kelihatan Pandemi Itu Tinggi'

"Kemudian untuk video Indonesia Terserah, kami jelaskan bahwa kita sangat tidak berharap kalangan dokter menjadi kecewa, sejak awal kami selalu mengedepankan bahwa ujung tombak kita adalah masyarakat."

"Kalau seandainya masyarakat ada yang terpapar lantas sakit dirawat di rumah sakit, apalagi dengan jumlah yang banyak dan tempat perawatannya penuh, maka yang sangat repot adalah tenaga dokter, termasuk perawat," ujarnya, kanal YouTube BNPB Indonesia.

Baca Juga: Tak Terima Suaminya Dijemput Satgas, Istri Pasien Covid-19 Jadi Tersangka Usai Lempar Kotoran Manusia ke Tubuh Tenaga Medis

Doni juga membeberkan perbandingan jumlah dokter dengan penduduk Indonesia.

Pasalnya, jumlah dokter di Indonesia dianggap paling sedikit jumlahnya dibanding negara-negara besar di dunia.

"Jumlah dokter kita termasuk yang paling sedikit di berbagai negara, total dokter kita kurang dari 200 ribu orang, dokter paru 1.976 orang."

"Artinya 1 orang dokter paru harus melayani sekitar 245 ribu warga negara Indonesia, sehingga apabila kita kehilangan dokter maka ini kerugian yang sangat besar buat bangsa kita," terangnya.

Baca Juga: Update Vaksin Covid-19; Johnson & Johnson Hentikan Uji Coba Klinis Vaksin Virus Corona

Berdasarkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), jumlah dokter di Tanah Air hanya sekitar 160 ribu per akhir tahun 2019 lalu.

"Total jumlah data terakhir dokter yang terdaftar di IDI dan sudah kita cocokkan dengan dewan dokter Indonesia itu ada 168 ribu. Tapi, itu data dinamis ya. 138 ribu dokter umum, selebihnya sekitar 30 ribu dokter spesialis," ujar Ketua IDI, dr Daeng M Faqih. (*)

Baca Juga: Bak Beli Kucing Dalam Karung, Indonesia Blak-blakan Beli Vaksin Covid-19 Belum Ada Jaminan Aman dan Lolos Uji Klinis Fase 3

#hadapicorona