Find Us On Social Media :

Beda dengan Beruntusan, Ini Cara Membedakan Moluskum Kontagiosum yang Muncul di Permukaan Kulit

By Nikita Yulia Ferdiaz, Rabu, 4 November 2020 | 16:25 WIB

Moluskum kontagiosum

GridHEALTH.id -  Masalah kulit memang kerap kali ditemukan pada hampir seluruh individu.

Salah satu masalah kulit yang umum dialami yaitu beruntusan, atau munculnya benjolan-benjolan kecil di permukaan kulit.

Baca Juga: Jarang Diketahui, Kenali Moluskum Kontagiosum si Jerawat Kelamin yang Menganggu

Meski dalam dunia medis tidak ada istilah kulit beruntusan, namun sebagian orang masih terus mengeluhkan banyak yang mengalami penyumbatan di kelenjar keringat tersebut.

Namun tahukah, rupanya tak hanya beruntusan saja yang kerap menganggu, tak sedikit orang mengaku telah mengalami moluskum kontagiosum yang bentuknya hampir mirip.

Baca Juga: Curiga Anaknya Positif Covid-19, Seorang Ayah Tega Membunuh Sang Anak yang Tengah Nonton TV

Kendati demikian, ada beberapa cara membedakan antara beruntusan dan moluskum kontagiosum.

Moluskum kontagiosum (MK) memiliki bentuk yang hampir mirip dengan beruntusan atau jerawat di kulit pada umumnya.

Moluskum Kontagiosum merupakan infeksi pada kulit yang disebabkan oleh virus pox, sejenis cacar air.

Infeksi ini menimbulkan benjolan dengan ukuran diameter biasanya kurang dari 0,25 inci dan memiliki titik kecil ditengah benjolannya.

Baca Juga: Khasiat 7 Makanan Sehat Ini Sungguh Dahsyat, Bisa Bikin Otak Anak Cerdas

Penyakit ini merupakan infeksi virus yang sangat menular dan dapat ditularkan dari orang ke orang melalui kontak kulit ke kulit, berbagi pakaian, atau hanya dengan menyentuh benda yang disentuh penderita yang terinfeksi.

Menurut dr. Anthony Handoko, SpKK, FINSDV, CEO Klinik Pramudia dalam Virtual Media Briefing pada Rabu (4/11/2020) menyatakan bahwa ada perbedaan yang mendasar antara beruntusan dan molukum kontagiosum.

"Kalau beruntusan itu ada gejalanya, kemerahan, rasa gatal, atau ada yang kadang bersisik. Tapi kalau MK itu berbeda," jelasnya.

Anthony menyebutkan, masa inkubasi moluskum kontagiosum cukup lama, antara 2- 6 bulan.

"Namun, deteksi dini MK tidaklah mudah. Selain jarang terasa gatal atau hanya gatal ringan, pada umumnya MK tidak memiliki rasa gatal ataupun nyeri."

"Bentuk klinis dari gejala MK di kulit hampir menyerupai jerawat dan cepat menjadi banyak," terangnya.

Baca Juga: Biaya Pasien Covid-19 Sepenuhnya Ditanggung Pemerintah, Masyarakat Jangan Takut ke Rumah Sakit

 

Tak hanya itu, anthony menyatakan bahwa moluskum kontagiosum tidak menimbulan gejala apapun, bahkan perubahan kulit bersisik.

Hanya saja, moluskum kontagiosum berbentuk seperti benjolan dengan titik kecil (lesung) di tengahnya.

Anthony menambahkan, cara penularan moluskum kontagiosum ini bisa diakibatkan oleh hubungan seksual, berpegangan tangan, menggaruk moluskum yang sudah ada hingga menyebar, menggunakan handuk/barang bersama, atau bahkan berendam bersama di kolam renang bersama penderitanya.

Baca Juga: Keinginan Jokowi Terkabul, Satgas Sebut Road Map Vaksin Covid-19 dalam Tahap Akhir

Baca Juga: Meski Masih Zona Merah, Kota Bekasi Peringkat Pertama Penanganan Covid-19 Terbaik di Jawa Barat

Meski tak menimbulkan bahaya seperti infeksi kulit pada umumnya, namun seseorang yang menderita moluskum kontagiosum harus mengaonsumsi makanan sehat untuk meningkatkan sistem imun. (*)

#hadapicorona