GridHEALTH.id - Kehilangan memori, kesulitan dalam komunikasi, penalaran dan penanganan tugas. Ini adalah beberapa gejala demensia yang diketahui.
Demensia didefinisikan sebagai suatu kondisi medis di mana hilangnya sel-sel saraf, koneksi mereka di otak atau kerusakan sel-sel ini mempengaruhi memori, kognisi dan kemampuan sosial. Kerusakannya sangat parah sehingga kehidupan sehari-hari bisa terpengaruh.
Menurut statistik WHO, sekitar 50 juta orang di seluruh dunia menderita demensia dan sekitar 10 juta kasus baru dilaporkan setiap tahun.
Sangat mengejutkan bahwa jumlah kasus demensia diperkirakan mencapai 80 miliar pada tahun 2030 dan menyentuh 152 juta pada tahun 2050.
Demensia ditandai dengan perubahan kognitif dan psikologis termasuk kesulitan dalam berkomunikasi, kebingungan, disorientasi, masalah dalam perencanaan dan pengorganisasian.
Terjadi juga masalah dengan kemampuan visual, perubahan kepribadian, halusinasi, agitasi, kecemasan, depresi, paranoia, dll.
Baca Juga: Kesehatan Lansia, Berjalan Semakin Lambat Menandakan Risiko Demensia
Baca Juga: Eropa Sedang Mengembangkan Vaksin Hipertensi Agar Pasien Darah Tinggi Tak Perlu Sering Minum Obat
Dengan tidak adanya pengobatan yang tepat waktu dan terapi, demensia berpotensi menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan seperti penyakit Alzheimer, demensia vaskular, cedera otak traumatis, penyakit Parkinson, pneumonia, dan bahkan kematian.
Faktor-faktor tertentu seperti usia, riwayat keluarga dan sindrom Down dapat meningkatkan risiko terkena kondisi ini.
Karena demensia tidak dapat disembuhkan, karenanya penting untuk memilih cara-cara tertentu untuk mengatasi kondisi tersebut dan juga memperlambat perkembangannya.
Pengobatan rumahan di bawah ini dapat membantu kita mengelola demensia seperti dikutip dari Medical News Today (22/06/2021)
Pengobatan rumahan ini benar-benar dapat membantu Anda melakukannya. Jadi, perhatikan saja.
1. Salvia
Memiliki sifat mikrodilatasi, salvia berpotensi membantu meningkatkan sirkulasi darah ke bagian otak yang terkait dengan kognisi dan memori, memperlambat deklinasi yang terjadi pada demensia.
Inilah yang dinyatakan oleh sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Pharmacology Biochemistry and Behavior.
Baca Juga: Pengobatan Alami Untuk Mengatasi Hidung Kering Penyebab Mimisan
Baca Juga: Meningkat, Diabetes Pada Anak-anak, Waspadai Tanda dan Gejalanya