"Penting untuk diketahui, pemberian oksigen secara berkepanjangan tanpa pemantauan tenaga kesehatan bisa berbahaya," kata Wiku dikutip dari Kompas.com (04/07/2021).
Wiku menekankan, saat ini tabung oksigen sangat dibutuhkan untuk merawat pasien Covid-19 dengan gejala sedang dan berat di rumah sakit serta penderita penyakit kronis seperti Penyakit Paru Obstruktif Khusus (PPOK) berat.
Baca Juga: 5 Pengobatan Rumahan Untuk Mengatasi Gusi Berdarah (Gingivitis)
Baca Juga: Brokoli Dapat Mencegah Pengerasan Pembuluh Darah Leher Pada Lansia
Untuk itu Wiku meminta masyarakat yang menjalani isolasi mandiri tak perlu berbondong memberli tabung oksigen dengan alasan untuk persediaan.
Hal ini dapat menghambat ketersediaan oksigen yang dibutuhkan rumah sakit.
Menurut Wiku, pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri dapat melakukan cara-cara lain apabila mengalami gejala sesak napas. Misalnya dengan menjaga ruangan tempat isolasi agar terventilasi dengan baik.
Baca Juga: Ini Penjelasannya, Mengapa Kurang Tidur Bisa Munculkan Diabetes Tipe 2
Baca Juga: CT Value, Angka yang Perlu Diperhatikan Saat Melihat Hasil Tes PCR
Baca Juga: Eropa Sedang Mengembangkan Vaksin Hipertensi Agar Pasien Darah Tinggi Tak Perlu Sering Minum Obat
"Gejala sesak napas dapat berkurang dengan mempraktikkan posisi telungkup (proning), menyamping, dan semi fowler (setengah duduk) secara bergantian selama 30 menit sambil membuka jendela lebar-lebar," terang Wiku. (*)