Find Us On Social Media :

Hasil Survei Vaksin Covid-19 oleh 3 Lembaga Berbeda, Ditemukan Masyarakat 'Kuat', Karenanya Tak Mau Divaksin

Tolak vaksin. Ada masyarakat yang meras imunitasnya kuat. Kemnkes sampai kaget.

GridHEALTH.id - Belum lama beberapa lembaga survei di Indonesia melakukan sebuah survei menganai vaksinasi Covid-19 di Indonesia.

Ketiganya adalah Change.org, Lingkaran Survei Indonesia (LSI), dan Indikator Politik Indonesia (IPI).

Dari hasil survei ketiganya didapatkan masih banyak masyarakat Indonesia yang enggan divaksin Covid-19.

Malah ditemukan juga masyarakat yang kuat, merasa yakin tidak akan terinfeksi Covid-19. Karenanya milih tidak mau divaksin Covid-19.

Ditemukan juga masyarakat yang takut divaksin, karena yakin bisa membahayakan dirinya.

Bahkan ada juga yang yakin jika vaksin bertentangan dengan apa yang diyakininya.

Harus menjadi catatan banyak pihak, khususnya Satgas Covid-19, dari data hasil survei ada yang menemukan 19% responden merasa badannya sehat-sehat saja. Karenanya tidak butuh vaksin.

Baca Juga: 98 Persen Virus Corona di Indonesia Varian Delta, Kemenkes Ingatkan Penularan Sulit Diprediksi

53,7 persen, tidak percaya efektivitas vaksin Covid-19 yang saat ini menjadi program pemerintah.

Untuk lebih jelasnya, berikut hasil survei dari 3 lembaga tersebut.

Survei vaksin Covid-19 - Change.org

Hasil survei yang dikeluarkan oleh Change.org Indonesia bersama KawalCovid19 dan Katadata Insight Center ini membuat kaget Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi.

"Yang buat kaget ada yang belum divaksin alasannya asal imun kuat tidak usah vaksin," ujar Siti Nadia melalui diskusi daring pada Rabu, 15 September 2021, dilansir dari Tempo (15/8/2021).

Hasil survei ini tentunya menjadi tantangan besar dalam sosialisasi, edukasi dan percepatan vaksinasi, yakni adanya hoaks dan misinformasi terkait vaksin dan Covid-19.

Dalam surveinya, Change.org Indonesia bersama KawalCovid19 dan Katadata Insight Center mensurvei 8.299 responden yang tersebar di seluruh Indonesia.

Survei dilaksanakan pada 6-22 Agustus 2021 dengan metode daring. Hasil survei:

Baca Juga: Selaian Badai Sitokin ada Pula Sindrom Pelepasan Sitokin, Keduanya Berbahaya dan Mematikan

* 38,3 persen tidak bersedia divaksin. Alasan utama atau sebesar 70,2 persen adalah karena merasa imun kuat sehingga tidak perlu divaksinasi.

* 53,7 persen responden merasa tidak percaya dengan kinerja dan efektivitas vaksin.

* 12,4 persen karena memiliki penyakit bawaan.

* 48,4 persen responden menjawab setelah divaksin pun masih bisa terkena Covid-19.

* 41 persen beranggapan bahwa kekebalan dapat dibentuk secara alami melalui herd immunity.

Survei vaksin Covid-19 - LSI

Baca Juga: Bayi Sakit Tidak Boleh Pakai Masker, Inilah 4 Cara Mengobati Infeksi Pernapasan pada Bayi

Direktur Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Djayadi Hanan dalam rilis survei nasional yang bertajuk 'Sikap Publik Terhadap Vaksin dan Program Vaksin Pemerintah' menyebutkan;

* "Mayoritas atau hampir semua tahu bahwa pemerintah sudah memulai program vaksinasi (90,3%), kemudian umumnya juga hampir 84,9% setuju dengan program vaksinasi, yang tidak setuju sedikit ada di kisaran 10,7%. Jadi ini dukungan yang cukup besar untuk program vaksinasi," kata Djayadi dalam paparannya secara daring, Minggu (18/7/2021), dilansir dari Sindo (18/7/2021).

* Setelah menanyakan apakah mereka sudah melakukan vaksinasi kepada responden, hasilnya sama dengan update vaksinasi 6 Juni lalu; 7,5% masyarakat yang telah mendapatkan 2 dosis vaksin, dan 9,9% yang baru mendapatkan 1 dosis vaksin. Yang mengaku belum divaksin ada 82,6%.

Baca Juga: Tahun Ini Pasokan Vaksin Covid-19 Untuk Dunia Sedikit, Bos WHO Akan Moratorium Vaksin Booster Hingga Akhir Tahun

* "Dari yang belum divaksin, masih banyak yang belum bersedia divaksin ada 36,4%, hampir 40% dari 82% dari masyarakat yang belum divaksin. Ini tantangan bagi program vaksinasi pemerintah," ujarnya.

Adapun alasan mereka tidak bersedia divaksin, kata dia, di antatanya, karena takut akan efek samping vaksin 55,5%, menganggap vaksin tidak efektif 25,4%, merasa badannya sehat-sehat saja 19%.

Survei vaksin Covid-19 - IPI

Dari hasil survey yang dilakukan Indikator Politik Indonesia (IPI);

* 55 persen masyarakat Indonesia yang bersedia untuk vaksinasi virus corona.

* 41 persen lainnya tidak bersedia melakukannya.

Baca Juga: Mengenal Gejala Flu Singapura yang Lebih Banyak Menyerang Si Kecil

* 4,2 persen sisanya tidak menjawab.

Dilihat dari jumlahnya, persentase tersebut sangat kurang untuk mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok.

Sebab, diperlukan 70 persen populasi manusia yang melakukan vaksinasi virus corona.

Karenanya, menurut Sosiolog Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Drajat Tri Kartono, melansir Halodoc (8/4/2021), untuk mengatasi hal tersebut adalah mengandalkan tokoh masyarakat, artis, atau orang-orang penting yang sudah melakukan vaksinasi.

Baca Juga: Pola Makan Ibu Hamil Dengan Diabetes Gestasional, Konsumsi Makan Telur

Mereka dapat mempromosikan sekaligus menerangkan kepada khalayak ramai, jika vaksinasi merupakan salah satu hal penting yang harus dilakukan untuk melindungi diri sekaligus orang-orang disekitar.

Banyak warga yang menolak vaksinasi karena alasan ideologi.

Ideologi tersebut terkait tentang halal dan haram, atau konspirasi di balik vaksin tersebut.

Jika yang ditemui adalah aspek ideologis, maka cara mempromosikan sekaligus menerangkan kepada khalayak ramai seperti yang telah disebutkan sebelumnya, sepertinya kurang efektif.

Untuk mematahkan ideologi warga yang tidak masuk akal, pemerintah perlu membantah dengan melibatkan tokoh-tokoh yang berkaitan dengan vaksin, seperti dokter, atau ilmuwan.

Untuk membujuk 45 persen warga yang tidak ingin melakukan vaksinasi, pemerintah harus memperbaiki langkah pendekatan terkait dengan komunikasi.

Selain itu, pemerintah bisa menggunakan perspektif difusi atau menyebarkan sesuatu dengan pendekatan seragam, yaitu kesehatan.(*)

Baca Juga: Kenali 'Tripod Position', Cara Cepat Melatih Bayi Duduk Sejak Usia 4 Bulan