Find Us On Social Media :

Agar Dermatitis Atopik Tidak Menjadi Infeksi, Eksim Walau Tak Berbahaya Perlu Diobati

Pencegahan dan pengobatan eksim

GridHEALTH.id -  Dermatitis atopik atau eksim (eczema) merupakan salah satu penyakit kulit kronik yang sering dialami bayi hingga orang dewasa.

Jumlah penderita eksim atau dermatitis atopik di dunia terus terjadi peningkatan setiap tahunnya.

Baca Juga: Cara Terhindar dari Eksim karena Terlalu Sering Mencuci Tangan di Masa Pandemi Covid-19

Menurut data World Allergy Organization 2018, angka kejadian dermatitis atopik pada anak mencapai 30 persen.

Sedangkan, pada orang dewasa 10 persen dari populasi dunia.

Sementara itu, di Indonesia prevalensi dermatitis atopik pada anak cukup tinggi yakni 23,67 persen dan ditemukan pada sekitar 2 juta anak setiap tahunnya.

Baca Juga: Muncul Varian Baru Covid-19 R.1, Konon 3-4 Kali Lebih Mengancam Orang yang Tidak Divaksin dan Tenaga Kesehatan

Menurut Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin RS Pondok Indah - Bintaro Jaya, dr. Jonathan Subekti, Sp.KK, B.Med.Sc, eksim atau dermatitis atopik itu biasanya ditandai dengan peradangan kulit yang sifatnya kronis atau berulang.

"Peradangan ini selalu disertai dengan rasa gatal dan muncul biasanya hanya di area-area tertentu saja," ujar Jonathan dalam PodHealth Talk, Kamis (23/9/2021).

Penting diketahui, penyebab eksim adalah kelainan genetik yang menyebabkan kulit menjadi lebih mudah kering, gatal, ataupun teriritasi.

Baca Juga: Pencegahan dan Cara Mengatasi Batuk 100 Hari Alias Pertusis, Penyakit Infeksi Serius

"Kalau pencetusnya bisa sangat banyak, mulai dari makanan laut, kacang-kacangan, telur, susu, dan lain-lain."

"Selain dari makanan, pengaruh lingkungan juga ada, seperti debu tungau, bulu kucing, bulu anjing, bulu kuda, dan pohon-pohon tertentu," jelasnya.

Baca Juga: Cara Mengobati Cacar Api, Penyakit Infeksi Menular Akibat Virus

Eksim sendiri dapat muncul kapan saja pada usia berapapun.

Pada bayi, bisa muncul eksim susu atau ruam kemerahan di pipi.

Kemudian, seiring bertambahnya usia, keluhan bercak merah selain di pipi bisa juga ditemukan di leher, belakang telinga.

 

Pada masa kanak-kanak, keluhan bercak merah bisa muncul di area lipatan-lipatan, seperti lipatan leher, lipatan lutut, dan juga siku.

Pada orang dewasa, keluhannya selain bercak merah itu terjadi penebalan kulit. Karena umumnya, keluhan pada orang dewasa termasuk kronis atau berlangsung lama.

Penanganan Eksim

Eksim dapat dikontrol dengan hal-hal yang sekiranya dapat mencetuskan keluhan pada kulit.

Baca Juga: Sarwendah Tak Gengsi Nyuci Baju Sendiri dengan Tangan, Kulitnya pun Tetap Mulus

"Yang lebih sulit, apabila pencetusnya itu belum diketahui. Untuk itu, tes alergi perlu dilakukan untuk mengetahui pencetusnya," kata Jonathan.

Ia menambahkan, eksim sebenarnya tidak berbahaya.

Namun, jika kulit yang teriritasi dan tidak diatasi dengan baik dapat menyebabkan timbulnya infeksi.

"Ketika kulit terinfeksi akan menyebabkan kulit mengalami kerusakan yang lebih berat," tuturnya.

Jonathan mengungkapkan, perlu adanya pencegahan terjadinya eksim dengan memperbaiki sawar kulit atau skin barrier, caranya yaitu:

Baca Juga: Tukul Arwana Telah Selesai Jalani Operasi Kepala Kurang Lebih 3 jam

1.  Menghindari penggunaan AC terus menerus yang dapat membuat kulit semakin kering.

2. Menghindari mandi dengan air panas.

3. Mandi menggunakan sabun yang lebih lembut. Hindari menggunakan sabun yang terlalu keras atau sabun yang terlalu wangi.

4. Wajib menggunakan pelembap setiap kali habis mandi.

Sementara untuk pengobatan penyakit eksim harus disesuaikan dengan kondisi kulit pada saat itu.

Baca Juga: Bakteri pada Gigi Berlubang Bisa Masuk ke Otak, Berisiko Penyakit Jantung 3 Kali Lebih Tinggi

"Bisa dimulai dengan mengganti penggunaan sabun mandi dengan penggunaan pelembap. Bisa juga menggunakan krim steroid hingga mengonsumsi obat anti alergi," tandasnya. 

Itulah beberapa cara mencegah dan mengobati eksim. (*)

Baca Juga: Balita 3 Tahun Ini Jadi Penyandang Diabetes Tipe 2 Termuda, Sekarang Sembuh, Pola Makan Keluarganya Buruk

 

#hadapicorona