Find Us On Social Media :

5 Penyebab Rambut Kemaluan Rontok, Bisa Jadi Tanda Penyakit Autoimun!

Rambut kemaluan rontok akibat perubahan hormon. Gejala autoimun.

GridHEALTH.id - Penyakit autoimun memang penyakit yang menakutkan. Salah satu gejalanya adalah rambut kemaluan rontok.

Kerontokan yang terjadi pada rambut di kulit kepala, merupakan hal sudah umum terjadi. Sehingga orang yang mengalaminya tidak ragu untuk membicarakannya.

Lain halnya jika yang rontok adalah rambut kemaluan. Membicarakan rambut kemaluan rontok, dirasa masih cukup memalukan dan sebaiknya ditutupi.

Akan tetapi, mencari tahu alasan mengapa rambut kemaluan rontok juga sama pentingnya dengan kerontokan rambut di kepala.

Penyebab rambut kemaluan rontok

Rambut kemaluan yang rontok umumnya tidak disebabkan oleh sebuah kondisi yang berbahaya. Tapi, ini juga bisa menjadi tanda dari kondisi medis tertentu.

Berikut ini adalah beberapa penyebab rambut kemaluan rontok, yang perlu diketahui.

1. Perubahan hormon

Melansir laman Harley Street Hair Clinic, penyebab utama rambut kemaluan rontok adalah perubahan hormon yang terjadi di tubuh.

Misalnya saja ketika seorang wanita memasuki masa menopause. Fase menopause menyebabkan perubahan pada produksi hormon.

Baca Juga: 5 Manfaat Mencukur Rambut Kemaluan dan Tips Aman Melakukannya

Kondisi ini, secara tidak langsung menyebabkan rambut kemaluan rontok dan biasanya juga disertai dengan rambut di area tubuh yang lain.

2. Alopecia areata

Selain perubahan hormon, rambut kemaluan rontok juga bisa disebabkan oleh kondisi medis alopecia areata.

Alopecia aerata adalah gangguan autoimun yang menyebabkan rambut rontok, sering kali dalam bentuk gumpalan.

Jika menyebabkan rambut kemaluan dan bagian tubuh yang lainnya rontok, maka bisa disebut dengan alopecia universalis. Penyakit autoimun ini dapat menyerang siapa saja, pria maupun wanita.

3. Vaginitis atrofi

Dilansir dari Medical News Today, kerontokan pada rambut kemaluan dapat menjadi tanda vaginitis atrofi.

Ini merupakan kondisi yang mengarah para perubahan yang terjadi pada jaringan vulva dan vagina. Penyebabnya adalah penurunan kadar estrogen.

Vaginitis atrofi biasa terjadi pada wanita yang mengalami menopause, di mana kadar estrogen dalam tubuh mulai berkurang.

Baca Juga: Catat, 5 Fungsi Rambut di Organ Intim yang Tak Boleh Disepelekan

Saat mengalami vaginitis atrofi, bukan hanya rambut kemaluan rontok saja yang terjadi. Tapi, jaringan vulva dan dinding vagina menjadi tipis, kering, atau tidak elastis.

4. Terlalu sering bercukur

Mencukur rambut kemaluan adalah hal yang umum dilakukan oleh orang-orang, untuk mencegah rasa gatal dan tidak nyaman.

Namun, terlalu sering bercukur ternyata juga dapat menjadi penyebab rambut kemaluan rontok.

Selain bercukur, proses hair removal yang berisiko menyebabkan rambut kemaluan rontok yakni waxing dan cukur menggunakan pisau cukur elektrik.

Rambut kemaluan yang sering dicukur, menjadi lebih lama untuk tumbuh atau jumlahnya berkurang.

5. Efek kemoterapi

Kemoterapi adalah pengobatan yang biasa dilakukan untuk mengatasi kanker. Pengobatan ini bertujuan untuk menghasilkan sel kanker yang tumbuh berlebihan.

Kerontokan rambut, yang juga terjadi pada kemaluan, dapat terjadi akibat dari kemoterapi yang sedang dijalankan.

Nah, itulah lima penyebab rambut kemaluan rontok. Jika mengalaminya, jangan ragu untuk membicarakan hal tersebut dengan tenaga medis profesional. (*)

Baca Juga: Awas! Kutu Mudah Bersarang Di Kulit Kepala Anak, juga di Rambut Kemaluan