Find Us On Social Media :

Maag Kambuh Saat Mudik Lebaran, Apakah Menyebabkan Mabuk Perjalanan?

Maag kambuh bukan pemicu utama mabuk perjalanan.

GridHEALTH.id - Hari Raya Idulfitri semakin dekat, masyarakat pun juga sebagian sudah ada yang mulai melakukan perjalanan mudik.

Mudik lebaran menjadi momen yang dinanti-nanti, untuk bisa berkumpul bersama dengan keluarga di hari yang spesial.

Karena itu, para pemudik pun mengingkan perjalanannya ke kampung halaman dapat berjalan lancar.

Akan tetapi, kejadian tidak terduga kerap terjadi dan membuat perjalanan tak nyaman.

Misalnya saja mendadak maag kambuh dan dikaitkan dengan risiko mabuk perjalanan.

Apakah kedua hal tersebut saling berkaitan? Simak pejelasannya berikut.

Penyakit Maag

Melansir National University Hospital, dispepsia atau maag adalah rasa sakit yang terus-menerus di perut bagian atas.

Masalah kesehatan ini umumnya bersifat kronis, sehingga berisiko untuk kambuh kapan saja.

Ketika kekambuhan terjadi, perut akan terasa kembung, nyeri, serta merasakan mual dan ingin muntah.

Pemicunya beragam, salah satu yang mungkin terjadi selama mudik lebaran adalah kelelahan.

Menyebabkan Mabuk Perjalanan?

Sebelum itu, ketahui dulu definisi mabuk perjalanan. Dimaksud mabuk perjalanan adalah ketidaknyamanan yang disebabkan oleh gerakan berulang saat berkendara.

Baca Juga: Fakta Kerupuk Kulit Bagus Dikonsumsi untuk Asam Lambung dan Maag

Misalnya saja ketika melewati polisi tidur saat sedang berada di dalam mobil, dikutip dari NHS.

Telinga bagian dalam mengirimkan sinyal yang berbeda ke otak dari yang dilihat mata. Ini membuat otak bingung dan akhirnya menyebabkan tidak enak badan.

Maag yang kambuh saat mudik lebaran tidak secara otomatis menyebabkan mabuk perjalanan.

Hanya saja, jika kondisi ini terjadi secara bersamaan, gejala mabuk perjalanan mungkin bisa lebih buruk.

Gejala mabuk perjalanan yang dimaksud yakni keringat dingin, pusing, sulit berkonsentrasi, kulit pucat, hingga mual dan muntah.

Mengatasi Maag dan Mabuk Perjalanan

Penyakit maag biasanya reda dengan sendirinya dalam beberapa menit hingga jam. Bila gejalanya mengganggu, dapat mengonsumsi obat antasida.

Sementara untuk meredakan mabuk perjalanan, dapat melakukan tips berikut:

1. Meminimalisir guncangan dengan duduk di bagian depan mobil

2. Melihat langit atau menutup mata, sambil fokus mengatur pernapasan

3. Hirup udara segar jika memungkinkan

4. Konsumsi jahe, baik dalam bentuk teh, biskuit, ataupun tablet (*)

Baca Juga: Waspada! 5 Masalah Kesehatan yang Sering Terjadi Saat Mudik Lebaran