Find Us On Social Media :

Mengenal Stunting dan 3 Penyebab Utama Kejadiannya Menurut WHO

Stunting pada anak terjadi sejak lahir hingga usia dua tahun.

GridHEALTH.id - Stunting merupakan gangguan kesehatan serius pada anak yang perlu mendapatkan perhatian.

Di Indonesia berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022, kasusnya telah mengalami penurunan.

Jika pada 2021 sekitar 24,4 persen, terakhir tercatat 21,6 persen yang artinya turun sekitar 2,8 persen dari tahun sebelumnya.

Apa Itu Stunting?

Dilansir dari laman Kementerian Kesehatan, stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak yang diakibatkan oleh kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang.

Anak yang mengalaminya, biasanya mempunyai panjang atau tinggi badan yang berada di bawah standar.

Akan tetapi perlu diingat, bahwa tidak semua anak yang berperawakan pendek berarti stunting.

Namun, anak stunting sudah pasti bertumbuh pendek. Untuk membedakannya, perlu adanya diagnosis dari dokter.

Penyebab Stunting

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, kondisi ini terjadi pada awal kehidupan, khususnya 1.000 hari pertama anak sejak lahir hingga usia dua tahun.

Gangguan pertumbuhan ini akan berpengaruh terhadap fungsional yang dapat menyebabkan kerugian pada anak.

Penyebab stunting sebenarnya cukup beragam, tapi tiga hal utama yang perlu diperhatikan adalah berikut.

1. Pengaruh Makanan

Makanan berpengaruh besar terhadap pemenuhan kandungan gizi anak. Stunting pada anak berisiko terjadi jika:

Baca Juga: Sering Terabaikan, Paparan Asap Rokok Bisa Tingkatkan Risiko Stunting