Find Us On Social Media :

Catat Kenali Gejala dan Penyebab Anemia Defiesiensi Besi pada Anak

Catat Kenali Gejala dan Penyebab Anemia Defiesiensi Besi pada Anak

GridHEALTH.id - Masih banyak orangtua yang belum terlalu memerhatikan dampak jika anak kekurangan zat besi.

Padahal zat besi berfungsi untuk membantu menjaga kesehatan kuku, rambut, dan kulit, dan membantu pembentukan sel darah merah.

Baca Juga : Daging Merah dalam MPASI Dapat Turunkan Resiko Anemia Defisiensi Besi

Bahkan zat besi juga membantu mengatasi masalah kekurangan zat besi, yaitu anemia defisiensi besi.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Anemia defisiensi besi (ADB) merupakan masalah defisiensi nutrien tersering pada anak di seluruh dunia terutama di negara sedang berkembang termasuk Indonesia.

Secara epidemiologi, prevalensi tertinggi ditemukan pada akhir masa bayi dan awal masa kanak-kanak diantaranya karena terdapat defisiensi besi saat kehamilan dan percepatan tumbuh masa kanak-kanak yang disertai rendahnya asupan besi dari makanan, atau karena penggunaan susu formula dengan kadar besi kurang.

Baca Juga : Justin Bieber Sedang Berjuang Memperbaiki Kesehatan Mentalnya, Begini Gejala dan Cara Penjegahannya

Selain itu, ADB juga banyak ditemukan pada masa remaja akibat percepatan tumbuh, asupan besi yang tidak adekuat dan diperberat oleh kehilangan darah akibat menstruasi pada remaja perempuan. 

Kekurangan zat besi sangat memengaruhi fungsi kognitif, tingkah laku dan pertumbuhan seorang bayi. 

Baca Juga : Bayi Sehat Buang Gas 13 - 21 Kali Sehari, Jika Kurang Rewel, Ini Solusinya

Gejala yang sering terlihat pada anak yang kekurangan zat besi, antara lain lemas, pucat terlalu sering, mudah lelah, mudah terinfeksi, gangguan prestasi belajar, dan menurunnya daya tahan tubuh terhadap infeksi dan gangguan perilaku.