Find Us On Social Media :

Fakta Kanker Darah yang Diderita Ani Yudhoyono, Penelitian; Kadang Jenis Kanker Darah Bisa Berubah

Fakta tentang kanker darah yang masih jarang diketahui banyak orang, penyakit yang diderita Ani Yudhoyono

GridHEALTH.id - Setelah menjalani kemoterapi tahap kedua di National University Hospital, Singapura, ibu Ani Yudhoyono dikabarkan sudah kembali melakukan latihan olahraga ringan seperti biasanya.

Hal ini dikabarkan oleh Agus Harimurti Yudhoyono melalui instagramnya pada Minggu (24/3/2019) kemarin.

Agus mengatakan, ibu Ani Yudhoyono sudah mulai kembali menjalankan aktivitas seperti biasanya setelah dijenguk oleh dirinya.

Baca Juga : Masakan Padang Bersantan tapi Menyehatkan, Ternyata Ini Rahasianya yang ampuh Perangi 5 Masalah Kesehatan

"Begitu anaknya datang, langsung segar 2 hari back to exercise," tulis Annisa Pohan dalam unggahan sang suami.

Sedangkan Agus menuliskan kalimat seperti sedang berpamitan dengan sang ibu.

"Pamit ya Memo sayang. Mohon maaf hanya bisa menemani satu malam.. Terima kasih atas doa restunya untuk aku melanjutkan tugas dan perjuangan. Tetep semangat ya Memo!!! Love you.." tulis Agus Yudhoyono.

Sebelumnya, pada Jumat (22/3/2019) kemarin, Annisa Pohan juga sempat memberi kabar bahwa ibu mertuanya itu baru saja menjalani kemoterapi tahap 2.

Hal ini menyebabkan ibu mertuanya itu harus banyak beristirahat sehingga tidak seaktif biasanya.

"Dalam 3 hari terakhir ini karena Memo baru selesai kemo cycle 2, maka kondisi Memo dalam keadaan tidak se-aktif biasanya dan belum bisa posting IG, apalagi melakukan excercise rutin seperti biasanya. Memo masih dlm kondisi harus banyak tidur istirahat," tulis Annisa pada salah satu unggahannya.

Seperti yang kita tahu bahwa ibu Ani Yudhoyono sedang dalam masa perawatan kanker darah yang diidapnya sejak Februari lalu.

Baca Juga : Masakan Padang Bersantan tapi Menyehatkan, Ternyata Ini Rahasianya yang ampuh Perangi 5 Masalah Kesehatan

Kanker darah memengaruhi produki dan fungsi sel darah yang sebagian besar bermula penyebarannya di sumsum tulang, tempat darah diproduksi.

Pada sebagian besar kanker darah, proses pengembangan sel darah normal terganggu oleh pertumbuhan yang tidak terkontrol dari jenis sel darah abnormal. 

Sel-sel darah yang abnormal ini, atau sel-sel kanker, mencegah darah melakukan banyak fungsinya, seperti melawan infeksi atau mencegah pendarahan yang serius.

Selain penjelasan di atas, sebenarnya masih ada beberapa fakta dari kanker darah yang masih jarang diketahui banyak orang yang dilansir dari beberapa sumber.

1. Dalam laman bloodwise.org.uk, ada lebih dari 100 jenis kanker darah dan kondisi terkait.

Beberapa kelompok seperti leukemia, limfoma dan mieloma memang lebih akrab di telinga orang-orang, tetapi yang lain seperti sindrom myelodysplastic (MDS) dan myeloproliferative neoplasma (MPN) jauh kurang dikenal.

2. Tidak semua kanker darah berkembang dengan cara yang sama, ada yang tumbuh cepat (akut), dan beberapa berkembang lebih lambat (kronis).

3. Terkadang jenis kanker darah seseorang dapat berubah seiring dengan berkembangnya kanker.

Sebagai contoh, sindrom myelodysplastic (MDS) dapat berubah menjadi leukemia myeloid akut (AML).

Baca Juga : Sudah Jalani Kemoterapi Tahap 2, Annisa Pohan Mengatakan Ani Yudhoyono Tidak Seaktif Biasanya, Efek Kemoterapi?

4. 20% unit sel darah merah yang ditransfusikan diberikan kepada pasien dengan kanker darah.

5. Menurut laporan Leukemia & Lymphoma Society, penyebab sebagian besar kasus leukemia tidak diketahui. Dosis radiasi yang luar biasa dan terapi kanker tertentu adalah penyebab yang mungkin.

Paparan berulang terhadap bahan kimia benzena dapat menyebabkan AML.

Emisi mobil dan emisi industri menyumbang sekitar 20% dari total paparan benzena nasional. Perokok rata-rata terpapar sekitar 10 kali asupan benzene harian dibandingkan dengan bukan perokok.

6. Melansir National Foundation For Cancer Research, tingkat kelangsungan hidup telah meningkat secara signifikan dalam 20 tahun terakhir.

Beberapa dekade penelitian telah menghasilkan hasil yang jauh lebih baik bagi orang-orang dengan kanker darah.

Menurut National Institutes of Health, 63% orang yang didiagnosis dengan leukemia hidup lima tahun atau lebih. Angka itu naik menjadi 70% untuk limfoma non-Hodgkin dan 85,9% untuk limfoma Hodgkin.

Baca Juga : Bayi 5 Bulan Meninggal Usai Disunat oleh Orangtuanya Sendiri di Rumah

7. Tidak ada tes skrining yang efektif untuk deteksi dini kanker darah.

Tes skrining seperti mammogram untuk kanker payudara dan kolonoskopi untuk kanker kolorektal dapat membantu dengan deteksi dini dan pencegahan kanker ini.

Meskipun para ilmuwan sedang meneliti cara untuk mencegah atau mendeteksi semua kanker pada tahap awal mereka, tidak ada yang ada untuk kanker darah saat ini.

Akibatnya, orang biasanya tidak tahu ada yang salah sampai mereka mengalami gejala.

8. Tanda peringatan kanker darah:

- Demam, menggigil

- Kelelahan terus-menerus, kelemahan

- Kehilangan nafsu makan, mual

- Penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan

- Berkeringat di malam hari

- Nyeri tulang / sendi

- Ketidaknyamanan perut, sakit kepala, sesak napas

- Sering terkena infeksi

- Kulit gatal atau ruam kulit

- Pembengkakan kelenjar getah bening di leher, ketiak atau selangkangan.(*)

Baca Juga : Riset Peneliti dari Harvard: Minuman Manis Tingkatkan Risiko Kematian Dini, Apalagi yang Kaleng