Find Us On Social Media :

Kanker Limfoma Hodgkin Bisa Disembuhkan, Begini Kisah Wanita Survivor Kanker yang Menginspirasi

Kanker Limfoma Hodgkin tidak bisa dianggap sepele karena bisa mematikan.

GridHEALTH.id - Munculnya benjolan di leher bisa mengindikasikan adanya penyakit serius, seperti kanker Limfoma Hodgkin (kelenjar getah bening).

Kanker ini tidak bisa dianggap sepele, karena tidak sedikit penderitanya yang meninggal dunia akibat penanganan yang tidak tepat dan cepat.

Data Globocon 2018 menunjukkan terdapat 79.990 kasus baru dengan angka kematian sebesar 26.167 kanker Limfoma Hodgkin pada tahun 2018 diseluruh dunia.

Baca Juga: Dari Olga Syahputra Sampai Ustaz Arifin Ilham, Makanan Ini Menjadi Salah Satu Penyebab Kanker Getah Bening

Bahkan di Indonesia sendiri jumlah kasus baru kanker ini sebesar 1.047 kasus dengan angka kematian berjumlah 574 orang pada tahun 2018.

Melihat angka kematian dari data tersebut, tentunya sangat memprihatinkan sekali.

Sebab sebenarnya kanker limfoma hodgkin ini memiliki angka kesembuhan yang tinggi, meskipun kemungkinan untuk kambuh masih ada.

Diketahui menurut Mayo Clinic, kanker limfoma merupakan salah satu jenis kanker getah bening, dimana kondisi sel darah putih (limfosit) bertumbuh secara abnormal yang menyebabkan limfosit kehilangan fungsinya dalam melawan infeksi, sehingga mengakibatkan penderitanya rentan terhadap infeksi.

Baca Juga: 'Gue Takut Mati,' Papar Pedangdut Irma Darmawangsa yang Tengah Bersitegang dengan Ratu Halu Barbie Kumalasari

Menurut Tubagus Djumhana Atmakusuma, selaku Ketua Perhimpunan Hematologi dan Transfusi Darah Indonesia (PHTDI) dan Persatuan Hematologi Onkologi Medik Ilmu Penyakit Dalam Indonesia (PERHOMPEDIN), gejala kanker Limfoma Hodgkin hampir sama dengan penyakit tiroid, yaitu munculnya benjolan yang tidak terasa nyeri pada daerah leher, ketiak, atau selangkangan.

Lebih lanjut, ia juga menerangkan ada beberapa gejala tambahan yang membedakannya.

“Kalau ditambah dengan demam, menggigil, dan sesak napas, itu bisa kanker Limfoma Hodgkin, harus segera dibawa ke dokter,” terang Tubagus saat ditemui tim GridHEALTH.id di acara seminar media bersama Takeda di Jakarta Rabu(13/11/2019).

Baca Juga: Ibunda Nirina Zubir Meniggal Saat Tidur, Penyebabnya Menurut Medis Bisa Karena 5 Hal Berikut dan Individu Seperti Ini Berisiko

Oleh karena itu, penting sekali bagi pasien yang baru saja mengalaminya untuk segera melakukan pemeriksaan ke dokter agar mendapatkan penaganan yang cepat dan tepat.

Sehingga peluang sembuh dari penyakit yang bisa mematikan ini cukup besar.

Pada seminar media ini juga seorang survivor kanker Limforma Hodgkin sempat menceritakan kisah sembuhnya dari salah satu kanker ganas ini.

“Perjalanan penyakitku berawal tahun 2013, awalnya dari sakit demam tinggi dan muncul benjolan kecil di leher, terus aku didiagnosis sakit TBC, pengobatannya pun jadi salah dan kondisi aku semakin memburuk." ujar Intan Khasanah, survivor kanker Limfoma Hodgkin.

Sehingga membuat Intan justru mendapatkan benjolan di leher semakin membesar dan sesak di dada.

Baca Juga: Didiagnosis Penyakit Paling Ditakuti Wanita, Pedangdut yang Tengah Berseteru dengan Barbie Kumalasari Khawatirkan Nasib Sang Anak: 'Gue Takut Mati'

"Benjolan di leher membesar dan sesak di dada, terasa lemas, dan kelelahanekstrim. Setelah dilakukan pengangkatan benjolan di leher, diagnosa aku akhirnyaditegakkan bahwa saya terkena Kanker Limfoma Hodgkin stadium 4.” tambahnya.

Akhirnya Intan Khasanah menjalani beberapa pengobatan medis hingga tahun 2019 sebanyak 26 kali kemoterapi.

Itu dibagi menjadi 6 regimen kemoterapi ABVD, lalu diulang kembali karena yang sebelumnya kurang maksimal.

Lalu 1 kali dilakukan pemeriksaan regimen kepoterapi DHAP, radiasi, dan operasi.

"Setelah itu semua penyakitku masih kambuh dan akhirnya periksa CD30, hasilnya hodgkin limfoma saya CD30 positif, sehingga bisa diberikan targeted therapy terkini brentuximab vedotin" kenang Intan.

Intan pun sudah dinyatakan remisi total setelah 9 kali berobat dengan BV atau inovatif baru yang dibawa oleh Takeda Indonesia untuk dunia medis tanah air.

Baca Juga: Sang Ibu Disebut Hamil dengan Selingkuhannya, Rizky Febian Sebut Seminggu Sebelum Perceraian Sudah Menunjukkan Tanda-tanda: 'Gimana Caranya Iky Ngasih Pengertian ke Adik-adik'

"Efek yang dirasakan juga lebih minim dibandingkan dengan obat kemoterapi sebelumnya,” terangnya.

“Untuk para pejuang kanker, jika memang diagnosa sudah ditegakkan, jalani saja pengobatannya sembari tetap melakukan aktivitas seperti biasa sesuai kemampuan karenakanker bukan akhir dunia."

"Justru kanker adalah tanda bahwa kamu spesial dan kuat untuk mampu melawan dan menaklukkannya,” pungkas Intan.

Diketahui, Brentuximab Vedotin (BV) sendiri merupakan pengobatan non transplantasi dengan Antibody Drug Conjugate (ADC) yang dikategorikan sebagai terapi bertarget.

Berbeda dengan kemoterapi, BV mampu mengenali sel Limfoma Hodgkin melalui ikatan antara antibodi monoklonal anti-CD30 dengan CD30 yang berada di permukaan sel Limfoma Hodgkin.

Baca Juga: Jessica Iskandar Tak Akan Tunda Pernikahan, Richard Kyle Disarankan Untuk Melakukan Hal Ini Demi Penyembuhan Cangkok Kulit

Obat ini merupakan kombinasi antibodi dan zat sitotoksik yang disebut ADC.

ADC ini mengandung dua komponen yaitu antibodi monoklonal anti-CD30 yang dinamakan Brentuximab dan monomethyl auristatin E (MMAE) yang merupakan agen anti-neoplastiksintetik dan dinamakan Vedotin.

BV sendiri diklaim bekerja dengan cara berikatan dengan CD30 di permukaan sel Limfoma Hodgkin untuk masuk ke dalam sel.

Yang nantinya mereka akan menghentikan siklus kehidupan sel sehingga terjadi apoptosis sel atau kematian sel.

Baca Juga: 2 Sejoli Ini Gagal Nikah Karena Keduanya Mengidap Kanker Getah Bening, Inilah Kisah Dibalik Cerita Viral Mereka Berdua

Dengan demikian, BV ini bekerja dengan mengenali dan menghancurkan hanya sel Limfoma Hodgkin saja dan tidak menghancurkan sel lain, sehingga efek samping yang ditimbulkannya relatif lebih ringan dibandingkan kemoterapi pada umumnya.(*)

#gridhealthid #inspiringbetterhealth