Find Us On Social Media :

Bayinya Masih Kuning, Kartika Putri Tetap Jalankan Akikah, Begini Caranya Agar Bayi Kuning Cepat Sembuh

Habib Usman bin Yahya, Kartika Putri dan anak-anak saat ditemui Grid.ID di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, Minggu (17/11/2019).

GridHEALTH.id - Kartika Putri baru saja menggelar acara akikah anak pertamanya dengan Habib Usman, Khalisa Aghnia Bahira, meskipun bayinya masih menderita jaundice alias bayi kuning.

Baca Juga: Tergolong Orang yang Boleh Poligami, Kartika Putri Peringatkan Habib Usman: 'Ini Jahitan Baru Kering Basah Lagi'

"Alhamdulillah hari ini udah tasakuran aqiqah Khalisa Aghnia Bahira, insyaallah berkah dan mendapatkan keberkahan dan ridho Allah," ujar Habib Usman saat ditemui di kediamannya, kawasan Cipete, Jakarta Selatan, Minggu (17/11/2019) seperti dikutip dari Grid.ID

Menurut Kartika Putri, bayinya mengidap jaundice karena kadar bilirubinnya yang mencapai angka 17.

"Makanya saya berikan ASI eksklusif langsung, karena baby-nya nggak mau pake dot, jadi sempet ngilang dari tamu-tamu karena memang harus kasih ASI,” katanya.

Bayi kuning atau jaundice atau ikterus untuk istilah kedokterang di Indonesia merujuk pada bayi yang terlihat kuning, dari kulit kepala, ujung kaki, hingga bagian putih mata bayisaat dilahirkan.

Gangguan kesehatan ini terjadi karena tingkat bilirubin dalam tubuh bayi tinggi. 

Baca Juga: Kisah Sebuah Toko Ponsel Biarkan Seorang Bocah Kerjakan PR Sekolah Demi Akses Internet

Sebenarnya, kasus bayi kuning tersebut sangat umum terjadi. Ini karena sistem organ tubuh bayi belum matang.

Apa yang dilakukan Kartika Putri benar dengan memberikan ASI eksklusif, karena bila ingin bayinya segera pulih, tidak kuning lagi, maka si ibu perlu melakukan hal-hal berikut;

Baca Juga: Studi: Masalah Pada Mulut dan Gigi Bisa Sebabkan Impotensi Pada Pria

1. Ibu melakukan ASI eksklusif untuk bayi

American Pregnancy Association mengatakan,  ASI sangat dibutuhkan untuk pemulihan bayi kuning.

Harap diketahui, salah satu penyebab bayi menjadi kuning karena belum mendapatkan cukup asupan makanan dan cairan.

Umumnya, ibu yang baru saja melahirkan belum lancar memproduksi ASI. Padahal, bayi kuning membutuhkan banyak cairan supaya dapat menurunkan kadar bilirubin di dalam tubuhnya. Makanya ASI dapat membantu kerja hati si kecil untuk memproses bilirubin.

Untuk itu, ibu harus lebih sering memberikan bayi ASI. Paling tidak bayi harus menyusu ASI selama 2-3 jam sekali.

Baca Juga: Aktor Ganteng Ini Pernah Berniat Bunuh Diri Karena Depresi, Dokter Sebut Tidak Banyak Orang yang Tahu Gejala Depresi, Simak Gejalanya

Intensitas menyusui ini juga dapat membantu ibut menambah produksi ASI sesuai prinsip supply and demand.

2. Rutin menjemur bayi di bawah sinar matahari pagi

Bila kadar bilirubin bayi tak terlalu tinggi, biasanya  si kecil diperbolehkan pulang. Namun si kecil harus terus diawasi supaya kadar bilirubin tidak naik kembali.

Baca Juga: Diam-diam Makin Populer, Alat Kontrasepsi Kondom Larut Buat Wanita

Salah satunya dengan perawatan bayi kuning, ibu dapat menjemur si kecil di bawah sinar matahari. Sebaiknya, sinar matahari di bawah jam 8 pagi.

Umumnya berlangsung selama 10-15 menit, tapi tergantung juga dengan kenyamanan bayi.

Kalau si kecil sudah mulai rewel, aktivitas menjemur dapat dihentikan. Sangat disarankan untuk tidak menggunakan pakaian saat dijemur.

Kadar bilirubin yang berlebihan dapat larut dengan bantuan sinar matahari tersebut. Lalu, dieksersikan tubuh melalui urine.

Jangan heran kalau melihat urine bayi berwarna sangat kuning. Ibu bisa menjemur bayi secara rutin hingga usia 3 bulan.

Baca Juga: Kanker Kelenjar Getah Bening Ria Irawan Muncul Lagi, Dokter Jelaskan Mengapa Kanker Tak Bisa Sembuh 100%

3. Melakukan perawatan sinar khusus

Bila kadar bilirubin bayi sangat tinggi, ibu akan disarankan meninggalkan bayi dalam perawatan rumah sakit. Biasanya, bayi akan dilakukan penyinaran khusus selama 2-3 hari.

Namun, beberapa dokter memperbolehkan perawatan penyinaran ini dilakukan di rumah dengan catatan memiliki alat yang sama. Bila tidak, ibu disarankan menyewa alat-alatnya dari rumah sakit.

Ibu juga bisa mengurangi kadar bilirubin dengan menggunakan bili-blanket, yaitu selimut khusus untuk bayi yang mengalami kondisi kuning.

Baca Juga: Lahirkan Anak Kedua Dengan Jarak 3 Tahun, Selvi Ananda Disarankan Stop Hamil Dulu dan Lakukan KB Dengan Metode Ini

4. Ibu dapat mengonsumsi teh herbal dari dandelion

Sebuah penelitian di Inggris pada 2001 mengungkap, konsumsi teh dandelion oleh si ibu dapat mengurangi masalah bayi kuning.

Jenis teh yang satu ini mengandung nutrisi yang dapat membantu tubuh untuk detox. Suplemen alami ini juga dapat membantu kerja hati bayi untuk eksersi bilirubin.

Bayi akan mendapatkan manfaat suplemen tersebut melalui ASI. Itu sebabnya, ibu harus lebih sering lagi memberikan ASI kepada bayi kuning. Bantuan ibu dengan mengosumsi teh herbal dapat mengurangi kadar bilirubin yang ada di tubuh si kecil.

Baca Juga: Catat, 5 Hal Seputar Alat Kontrasepsi IUD Ini Ternyata Hanya Mitos!

Lakukan hal-hal di atas agar bayi kuning segera sembuh. Jangan lupa untuk mengecek kondisi bayi setelah 3-5 hari perawatan di rumah untuk mencegah naiknya kembali kadar bilirubin. (*)