Find Us On Social Media :

Berantas Stunting: Beras Fortifikasi, Simpan Segudang Nutrisi Penting Cegah Stunting

Beras fortifikasi cegah stunting

GridHEALTH.id - Stunting kini menjadi salah satu isu yang terus dikulik pemerintah.

Presiden Joko Widodo berkomitmen untuk menurunkan angka stunting, hal ini demi menciptakan generasi premium yang tumbuh sebagai sumber daya manusia (SDM) unggul. 

Baca Juga: Berantas Stunting: Ini 5 Zat Gizi Paling Diperlukan Anak Pendek

Guna membantu upaya pemerintah tersebut, rupanya kini muncul beras fortifikasi untuk mencegah stunting.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, beras fortifikasi atau beras bervitamin dapat mencegah stunting.

Untuk itu, pria yang akrab disapa Emil ini meminta ibu hamil mengonsumsi beras fortifikasi sebagai upaya pencegahan pertumbuhan yang tak sempurna pada anak.

Baca Juga: Berita Kesehatan Flu: Tak Pernah Disadari, Flu lebih dari 3 Minggu Bisa Sebabkan Rambut Rontok

"Ada beras yang dicampur vitamin, kami butuh untuk pencegahan stunting karena stunting dimulai sejak ibunya mengandung bukan sejak anaknya lahir. Maka akan kita pakai beras itu untuk ibu hamil," ujar Emil seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (24/12/2019). 

Menurut Ridwan Kamil, menilai beras ini istimewa.

Pasalnya, menurut WHO, beras fotifikasi diperkaya dengan beberapa zat gizi mikro, seperti zat besi, asam folat dan vitamin B kompleks lainnya, vitamin A, dan seng.

Beras dapat diperkaya dengan menambahkan bubuk mikronutrien ke beras yang melekat pada butiran atau penyemprotan permukaan butir beras biasa dalam beberapa lapisan dengan campuran vitamin dan mineral untuk membentuk lapisan pelindung.

Baca Juga: Cekoki Korban dengan Racun Rahasia, Sahabat Reynhard Sinaga Sebut Predator Seks Ini 'Peter Pan', Apa Itu?

Beras ini dibentuk menjadi struktur mirip biji-bijian setengah matang yang menyerupai biji-bijian beras, yang kemudian dapat dicampur dengan beras alami. 

Beras fortifikasi ini berpotensi untuk membantu membantu populasi rentan yang saat ini tidak terjangkau oleh program fortifikasi gandum atau tepung jagung.

Selain itu, beras ini juga mampu meningkatkan kualitas nutrisi pasokan makanan dan memberikan manfaat kesehatan masyarakat dengan risiko minimal terhadap kesehatan.

Baca Juga: Disinyalir Sebabkan Gangguan Pencernaan, Ternyata Ini 6 Manfaat Makanan Pedas bagi Kesehatan

Oleh sebab itu, Ridwan Kamil mengupayakan penurunan angka stunting ini dengan menggandengn kerja sama dengan Perum Bulog.

"Tadi sudah saya bisikin Pak Budi Waseso (Direktur Utama Perum Bulog) agar ada MoU lagi tentang pencegahan stunting oleh beras bervitamin ini," ucap Emil.

Baca Juga: Bikin Korbannya Trauma, Reynhard Sinaga Malah Bahagia dan Tak Menyesal Dijatuhi Hukuman Penjara Seumur Hidup

Dinkes Jabar menargetkan penurunan stunting di bawah 20% dengan membidik semua daerah, terutama 11 kabupaten/kota dengan angka stunting tinggi.

Semoga saja, pemberian beras fortifikasi demi menekan angka stunting di Indonesia ini bisa tersebar di berbagai daerah selain Jawa Barat. (*)

Baca Juga: Giring Niji Blak-blakan Sempat Drop dan Sering Bengong Akibat Tak Lolos ke Senayan

 #berantasstunting