Find Us On Social Media :

Pasien Virus Corona Cuma Diinfus Tanpa Diberi Obat Sudah Tepat, Ini Alasan RSPI

Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso dr. Mohammad Syahril di RSPI Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, Kamis (5/3/2020).

 

GridHEALTH.id - Pengakuan pasien virus corona yang diisolasi di RSPI Sulianti Sarosa menuai banyak pertanyaan besar di masyarakat.

Pasalnya dalam pengakuan tersebut pasien corona mengaku tak diberi obat minum dan hanya diinfus saja.

"Tidak diberi obat minum, cuma diinfus saja," kata pasien virus corona kepada Kompas, (3/3/2020).

Terkait hal ini, masyarakat sebenarnya tak perlu khawatir akan tindakan isolasi ini.

Sebab pihak rumah sakit memang memiliki alasan tersendiri mengapa pasien virus corona harus diisolasi.

Baca Juga: Covid-19 atau Corona, Bagaimana Sebutan yang Benar? Ini Penjelasannya

Dilansir dari Kompas.com (4/3/2020), Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso, Mohammad Syahril menjelaskan, tindakan isolasi ini pada dasarnya untuk meminimalisir penularan virus corona.

"Semua dimonitor tetap dengan CCTV di ruang observasi, dan kita tahu satu per satu pasien kondisinya dan sebagainya. Sekali lagi, kita sangat memaklumi kalau orang dalam pengawasan sendirian di ruangan seperti itu ya," kata Syahril.

Baca Juga: Obat Herbal Bisa Tingkatkan Daya Tahan Tubuh, Tapi Bukan Jaminan Bebas Dari Virus Corona

Sementara itu, Pompini Agustina selaku dokter yang menangani pasien positif virus corona mengatakan bahwa pihaknya menangani pasien positif maupun suspect corona sesuai prosedur yang berlaku dan kondisi pasien.

"Prinsipnya untuk perawatan pasien kita tata laksana sesuai kondisi pasien tersebut. Kalau demam kita kasih obat penurun panas, kalau dia batuk kita kasih obat batuk, kemudian makanan bergizi maka kondisi pasien akan lebih baik," ujar Pompini.

Baca Juga: Tak Punya Empati, Penyanyi Dangdut Alvi Ananta Bergoyang Mengambil Keuntungan di Atas Musibah Oranglain yang Sakit

Sementara itu, dari sisi medis mengenai pasien virus corona yang hanya diinfus saja tanpa diberi obat minum memang sudah tepat selama dokter tidak meresepkan.

Dilansir dari FDA, Kimberly DeFronzo, R.Ph., M.S., M.B.A. dari Center for Drug Evaluation and Research, mengatakan mengikuti aturan minum obat dari dokter sangat penting.

Baca Juga: Makan Pakai Tangan Membuat Makanan Lebih Enak, Juga Berakibat Fatal

Terlebih bagi mereka yang mengidap penyakit kronis dan tidak boleh melewatkan obat rutin sekalipun.

Sederhananya, minum obat yang tidak sesuai dengan aturan dari dokter dapat membuat penyakit yang diderita justru tambah parah.

Baca Juga: 9 Kebiasaan Sehari-hari yang Sudah Saatnya Ditinggalkan, Ganggu Kesehatan dan Mengundang Penyakit Kanker juga Radang Otak

Jika terus diabaikan, tentu ini dapat memicu risiko yang lebih besar seperti perawatan yang lebih lama hingga bahkan berujung kematian.

Sementara itu, infus diketahui merupakan cairan yang bermanfaat mengatasi dehidrasi atau pasien yang kekurangan elektrolit dalam tubuh orang yang sakit.

Baca Juga: Cuci Tangan Lebih Baik, Ini Akibat Keseringan Pakai Hand Sanitizer

Diketahui orang yang sedang terinfeksi virus termasuk virus corona, tubuhnya pasti akan mengalami demam.

Dimana demam disini merupakan bentuk perlindungan diri yang dilakukan oleh sistem imun.

Saat kondisi demam itu terjadi, tubuh pasien biasanya akan kekurangan cairan.

Sehingga infus ini sangat penting untuk mengganti cairan tubuh yang hilang tersebut sehingga bisa mempercepat proses penyembuhan.(*)

 Baca Juga: Khasiat Biji Semangka yang Tak Kalah Dari Daging Buahnya, Mencegah Tua Salah Satunya

 #berantasstunting