Find Us On Social Media :

Usai Ditinggal Ibu Kandungnya, Kini Mertua Nirina Zubir Mengembuskan Napas Terakhir Akibat Infeksi Paru-paru dan Pneumonia

Mertua Nirina Zubir meninggal akibat infeksi paru-paru dan pneumonia

GridHEALTH.id -  Kabar duka kembali menyelimuti keluarga Nirinza Zubir dan Ernest 'Cokelat'.

Usai ditinggal untuk selama-lamanya oleh sang ibunda, Cut Indria Marzuki pada Selasa (12/11/2019), kini Nirina Zubir juga harus mengikhlaskan kepergian ayah mertuanya.

Baca Juga: Sedang Dibuatkan Visa untuk Pergi Liburan, Ibunda Nirina Zubir Meninggal Saat Tidur, Bisa Jadi 5 Hal Ini Penyebab yang Harus Diwaspadai

Ayah mertua Nirina Zubir atau ayah dari Ernest 'Cokelat', Sjarifuddin Ali mengembuskan napas terakhir pada Selasa (17/3/2020).

Melalui unggahan di Instagram-nya, Ernest pun membagikan potret dirinya memeluk sang ayah.

Baca Juga: Sempat Dilarang Anaknya Tangani Pasien Covid-19, Kini Dokter Handoko Gunawan Terbaring Lemah di ICU Alami Sesak Napas

"Inna lillahi wa inna lillahi rajiun. Telah meninggal dunia Papi kami sjarifuddin ali. Selasa 17 maret 2020 jam 11.55 Di RSPP jakarta. Selamat jalan pi," tulis suami Nirina Zubir di unggahannya.

Usut punya usut, mertua Nirina Zubir ini meninggal akibat penyakit infeksi paru-paru dan pneumonia.

Penyakit pneumonia dan infeksi paru-paru merupakan dua penyakit yang menyerang saluran pernapasan terutama paru-paru.

Melansir American Lung Association, pneumonia adalah infeksi yang mengembang kantung udara paru-paru (alveoli).

Kantung udara dapat terisi dengan cairan atau nanah, menyebabkan gejala seperti batuk, demam, kedinginan dan kesulitan bernapas.

Baca Juga: Cerita Haru Dokter Wanita Menolong Pasien Corona di Luar Daerahnya, Tidak Keluar Rumah Sakit Selama 29 Hari

Gejala pneumonia atau radang paru-paru dapat bervariasi dari yang sangat ringan sampai tidak menyadarinya, hingga sangat parah sehingga diperlukan rawat inap.

Bagaimana tubuh merespons pneumonia tergantung pada jenis kuman penyebab infeksi, usia, dan kesehatan secara keseluruhan.

Tanda dan gejala pneumonia dapat meliputi:

- Batuk, yang dapat menghasilkan lendir kehijauan, kuning atau bahkan berdarah- Demam, berkeringat dan menggigil kedinginan- Sesak napas- Napas cepat dan dangkal- Nyeri dada yang tajam atau menusuk yang memburuk saat bernapas dalam atau batuk- Kehilangan nafsu makan, kekurangan energi, dan kelelahan- Mual dan muntah, terutama pada anak kecil- Kebingungan, terutama pada orang tua.

Baca Juga: Dokter Berusia 80 Tahun Ini Terus Berjuang Selamatkan Pasien Covid-19 Meski Tergolong Orang Rentan Terinfeksi Virus Corona

Bakteri pneumonia, yang merupakan bentuk paling umum, cenderung lebih serius daripada jenis pneumonia lainnya, dengan gejala yang memerlukan perawatan medis.

Gejala-gejala pneumonia bakteri dapat berkembang secara bertahap atau tiba-tiba.

Sedangkan, pneumonia virus biasanya berkembang selama beberapa hari.

Gejala awal mirip dengan gejala influenza: demam, batuk kering, sakit kepala, nyeri otot, dan lemah.

Baca Juga: Dianggap Bohongi Masyarakat, Jubir Presiden Beberkan Alasan Rumah Sakit Tolak Pasien Gejala Virus Corona: 'This is Business'

Dalam satu atau dua hari, gejalanya biasanya memburuk, dengan meningkatnya batuk, sesak napas dan nyeri otot.

Mungkin ada demam tinggi dan mungkin ada kebiruan pada bibir.

Terlepas dari itu, kini ayah Ernest 'Cokelat' itu telah dimakamkan di di kawasan Cikarang, Jawa Barat pada Senin (17/3/2020). (*)