Dari penelitian yang dilakukan University of Nairobi, paparan disinfektan dapat menyebabkan gejala yang paling umum dilaporkan adalah bersin (38,3%), sakit kepala (31,7%), mata berair (25%), ruam kulit (10%) dan batuk kronis (8,3%).
Sementara menurut Departmen of Health, New York State menyebutkan bahwa kandungan asam peroksiasetik dan klorin dapat menyebabkan iritasi pernapasan makin memburuk, mengi, sulit bernapas, sakit tenggorokan, batuk, sesak dada, iritasi mata, hingga iritasi kulit.
Selain itu, disinfektan juga dapat menyebabkan seseorang mengalami berbagai gangguan kesehatan seperti tekanan darah rendah (hipotensi), gula darah rendah (hipoglikemia), mual dan muntah, hingga buang air kecil berlebihan.
Sedangkan sebuah penelitian di tahun 2012 yang didukung olah French Ministry for Education and Research dan The French National Scientific Research Center menyebutkan bahwa cairan disinfektan yang mengandung alkohol kemungkinan dapat membunuh virus corona dan SARS.
Terlepas dari itu, kini bilik sterilisasi tersebut terngah diuji coba oleh Wali Kota Surabaya, Tri Risma Harini.
Baca Juga: Tidak Butuh Obat Dokter, Kelompok Ini Santai Minum Urine Sapi dalam Ritual Tangkal Virus Corona
Sebelumnya, Kepala Prodi Teknik Komputer IT Telkom Surabaya Helmi Widiyantara yang juga tim teknis pembuatan bilik sterilisasi mengatakan, ide bilik sterilisasi diprakarsai Rektor IT Telkom Surabaya Tri Arief Sardjono. (*)
#hadapicorona #berantasstunting