Find Us On Social Media :

Manusia Eksploitasi Hewan Pandemi Penyakit Hewan ke Manusia Terjadi, Wabah Lainnya Bisa Diprediksi

Ilustrasi pasar hewan di wuhan

GridHEALTH.id - Ulah Manusia Eksploitasi Hewan Pandemi Penyakit Hewan ke Manusia Terjadi, Wabah Lainnya Bisa Diprediksi

Datangnya pandemi Covid-19 sebenarnya sudah diprediksi ilmuan. Sebabnya karena ulah manusia terhadap hewan.

 

Tak terkecuali pandemi virus corona Covid-19 ini, sebenarnya menurut banyak ahli kedatangannya dan wabahnya bisa diprediksi jauh-jauh hari.

Bahkan, karena ulah manusia yang selalu mengeksploitasi hewan, setelah ini akan ada lagi pandemi-pandemi lainnya yang berasal dari penyakit hewan.

Baca Juga: Usai Dimakamkan Sesuai Protokol Covid-19, Keluarga Almarhum Syok Ditagih Uang Pemakaman Jutaan Rupiah

 

Penyakit hewan yang menginfeksi manusia, alias penyakit zoonosis, adalah penyakit yang dapat berpindah dari hewan vertebrata ke manusia dan bertahan hidup

SARS-CoV-2, melansir Intisari.id (9 Juli 2020), virus corona di belakang pandemi saat ini, kemungkinan berasal dari kelelawar sebelum menyebar ke manusia, yang diyakini telah terjadi di pasar basah di Wuhan di mana hewan liar dipelihara, dibunuh dan dijual.

Departemen Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) mengatakan munculnya SARS-CoV-2 tidak mengherankan karena praktik pertanian telah memicu lonjakan penyakit zoonosis.

Trenggiling juga mungkin bertindak sebagai perantara virus antara kelelawar dan manusia.

Baca Juga: Wilayahnya Masuk Zona Oranye Covid-19, Bupati Lebak Percaya Diri Berlakukan Sekolah Tatap Muka

Baca Juga: Sulit Periksa Gigi, Begini Prosedur Berobat ke Dokter Gigi Selama Pandemi Covid-19

Wabah penyakit zoonosis cenderung merupakan hasil dari eksploitasi manusia terhadap satwa liar dalam situasi seperti pertanian.

Yakni yang memaksa manusia dan hewan untuk berada dalam jarak dekat yang konstan.

Untuk diketahui, setiap tahun sekitar dua juta orang meninggal karena penyakit zoonosis seperti rabies menurut laporan PBB, yang diterbitkan oleh International Livestock Research Institute (ILRI).

Baca Juga: Alat Tes Covid-19 Buatan Indonesia Dibanderol Rp 75 Ribu, Jokowi Larang Impor Alat Tes Cepat dan PCR

Profesor Delia Randolph, ahli epidemiologi veteriner dan penulis utama laporan itu, mengatakan;

"Ini adalah pandemi yang sangat dapat diprediksi.

"Sementara banyak di dunia dikejutkan oleh Covid-19, kita yang bekerja pada penyakit hewan, sudah tidak kaget."

Dia mengatakan ada "tren yang sangat jelas" sejak 1930-an, menunjukkan bahwa 75% penyakit manusia baru berasal dari hewan, seperti Ebola .

Akan ada lebih banyak wabah penyakit seperti itu kecuali pemerintah mengambil tindakan tegas, kata laporan itu.

Baca Juga: Begini Langkah Pencegahan Penularan Virus Corona yang Melayang di Udara, Tak Cukup Pakai Masker dan Cuci Tangan

Baca Juga: Dokter Tirta Bongkar Penyebab Tingginya Kasus Covid-19 di Jatim; Kalau ke Surabaya Sudah Pasti Mati

Tujuh tren yang mendorong munculnya penyakit zoonosis diidentifikasi, termasuk perubahan iklim.

"Ilmu pengetahuannya jelas bahwa jika kita terus mengeksploitasi satwa liar dan menghancurkan ekosistem kita."

"Maka kita dapat berharap untuk melihat aliran yang stabil dari penyakit ini melompat dari hewan ke manusia di tahun-tahun mendatang," kata direktur eksekutif UNEP Inger Andersen.

Dengan menghancurkan habitat hewan, kami mengarahkan mereka ke kontak yang lebih dekat dengan manusia, dan perubahan iklim memperburuk ini melalui banjir dan peristiwa cuaca ekstrem lainnya.

Baca Juga: 99,99 Persen Bunuh Virus Corona dalam 30 Detik, Begini Rupanya Kandungan Obat Kumur PVP-I

Perdagangan satwa liar, yang umum di China tetapi telah dilarang untuk saat ini karena dunia sedang memerangi virus corona, juga meningkatkan kontak manusia dengan hewan.

PBB mengatakan negara-negara Afrika berpotensi memimpin dalam mengatasi wabah zoonosis di masa depan karena sudah pengalaman dengan Ebola dan wabah lainnya sebelumnya.(*)

Baca Juga: Inovasi Pendidikan Jabar di Masa Pandemi Covid-19, Kang Emil Buktikan pada Wapres, DKI Jakarta?

 

#berantasstunting

#HadapiCorona