Find Us On Social Media :

Ketahuilah, Infeksi Gigi Bisa Sebabkan Ibu Hamil Melahirkan Bayi Prematur! 50 Persen Bumil di Dunia Punya Masalah Gigi

Infeksi gigi bisa sebabkan ibu hamil melahirkan bayi prematur

GridHEALTH.id - Ketahuilah Infeksi Gigi Bisa Sebabkan Ibu Hamil Melahirkan Bayi Prematur!

Bayi lahir prematur bukan semata hanya masalah gizi. Tapi juga bisa dan banyak disebabkan oleh masalah gigi ibu hamil.

Baca Juga: Salah Treatment di Rumah Sakit, Otak Bayi Usia Beberapa Hari Terinfeksi Bakteri yang Hidup di Tanah

Siapa yang mengira kalau sakit gigi ternyata dapat menyebabkan ibu hamil melahirkan sebelum waktunya (prematur).

Penting diingat, persalinan dianggap prematur jika terjadi di minggu ke-37 kehamilan.

Diawali dengan kontraksi rahim dan pembukaan mulut rahim (serviks) belum pada waktunya

Baca Juga: Tak Perlu Keluar Rumah, Jaga Daya Tahan Tubuh Saat Pandemi dengan Lakukan 5 Kebiasaan Ini

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada 1 September 2010 oleh An International Journal of Obstetrics and Gynaecology menemukan, erat kaitannya antara perawatan gusi dengan kemungkinan terjadinya kelahiran bayi prematur.

Penelitian ini mengambil sampel ibu-ibu hamil yang semuanya mengalami penyakit gusi.

Mereka dibagi menjadi dua kelompok.

Baca Juga: Catat! Inilah Kriteria Pasien Corona yang Bisa Klaim Biaya Pengobatan Covid-19

Baca Juga: Khawatir Penularan Virus Corona, Bolehkan Memberi Jeda Imunisasi pada Anak?

Kelompok pertama menjalani perawatan gusi plus diberikan informasi-informasi akan kebersihan mulut.

Sementara kelompok yang lain hanya diberikan informasi cara meningkatkan kesehatan rongga mulut, tanpa perawatan profesional.

Hasilnya, ibu-ibu hamil yang diberi perawatan gusi secara profesional, hanya 8% yang mengalami kelahiran bayi prematur, bahkan beberapa di antaranya mengalami kondisi gusi yang jauh lebih baik.

Baca Juga: Pemerintah Berencana Buka Sekolah Tatap Muka Kembali, Padahal Kematian Anak Indonesia Akibat Covid-19 Tertinggi di ASEAN

Sementara dari kelompok kedua (yang tidak memperoleh perawatan gusi), sebanyak 62% mengalami persalinan prematur.

Hasil itu menunjukkan perbedaan yang sangat jelas, bukan?

Rupanya, bakteri yang menyebabkan infeksi gusi, jika dibiarkan menjadi parah akan menyebabkan respons inflamasi (peradangan).

Respons inflamasi ini akan merangsang produksi hormon prostaglandin dan sitokin yang akan memacu kontraksi rahim (uterus).

Produksi yang abnormal dari prostaglandin ini akhirnya dapat menyebabkan kelahiran prematur dengan bayi berat lahir rendah.

Baca Juga: Pasangan Pengantin Positif Covid-19 Nekat Gelar Pernikahan, Penghulu Sampai Saksi Kenakan APD Lengkap

Baca Juga: Ternyata Hati Sapi Paling Padat Nutrisi! Ini Cara Memilih hingga Mengolahnya Agar Tak Keras dan Bau

Peradangan Gusi

Jadi ibu hamil tidak boleh mengabaikan kesehatan gigi dan mulutnya. Apalagi 50% ibu hamil di seluruh dunia diketahui mengalami peradangan serta pembesaran gusi.

Gangguan mulut tersebut umumnya dimulai pada bulan kedua kehamilan dan memuncak pada bulan kedelapan dan secara bertahap berkurang pada bulan kesembilan hingga setelah persalinan.

Baca Juga: Menteri Agama Fachrul Razi Beri Kabar Gembira, Salat Idul Adha Boleh Diselenggarakan saat Pandemi Covid-19, Asal dengan Syarat Ini!

Perubahan hormon akibat pengaruh metabolisme tubuh selama kehamilan, membuat pembuluh darah kapiler ibu mengalami pembesaran.

Itulah mengapa, gusi ibu tampak membengkak dan memerah, berbeda dari keadaan sebelum ibu mengandung. Itu juga yang menjadi biang keladi gusi mudah berdarah ketika ibu hamil sedang gosok gigi.

Baca Juga: Rahasia Santri Positif Corona di Pondok Gontor 2 Cepat Sembuh, Meski Jumlahnya Sempat Melonjak

Kebersihan rongga mulut ibu hamil yang tidak terjaga dapat memperburuk keadaan tersebut. Umpama, pada awal-awal kehamilan ibu mengalami mual dan muntah. Tanpa usaha untuk segera membersihkan rongga mulut dari muntahan, maka sisa muntah akan tertinggal di dalam mulut dan memperparah kondisi gusi yang memang sedang bermasalah. Akibatnya terjadilah penyakit gusi (periodontitis).

Infeksi Gusi

Periodontitis (infeksi gusi) merupakan infeksi pada jaringan periodontal atau jaringan penyangga gigi.

Baca Juga: Tingkat Kesembuhan Covid-19 Lebih dari 50 Persen, Presiden Jokowi: 'Penanganan Kesehatan Tidak Boleh Mengendur Sedikit Pun'

Baca Juga: 3.000 Dokter dan Perawat, 12.000 Pasien, 176 Rumah Sakit di Inggris Dilibatkan Untuk Menemukan Obat Covid-19 Murah

Penyebab utamanya adalah akumulasi plak yang mengandung mikroorganisme yang pada akhirnya dapat menimbulkan respons imun jaringan periodontal.

Kondisi itu akan semakin parah bila sampai ke permukaan akar. Akibatnya, sensitivitas gigi terhadap panas dan dingin meningkat.

Dampak lainnya adalah mengalami kegoyangan pada gigi karena adanya kerusakan pada tulang.

Baca Juga: Alih-alih Hindari Virus Corona, Bayi Pakai Masker Full Face Ini Bisa Alami Berbagai Gangguan Kesehatan

Tak hanya itu, infeksi gusi juga dapat menyebabkan terganggunya tumbuh kembang janin. Bakteri yang masuk melalui gusi akan sampai di pembuluh darah ibu yang menuju ke janin.

Akibatnya pembuluh darah menjadi sempit dan asupan nutrisi ke janin terganggu, sehingga janin pun tidak dapat berkembang dengan optimal. Bahkan bisa sampai terjadi nekrosis (kematian jaringan).

Janin pun tidak dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal, bahkan terancam gagal tumbuh.

Lantaran itulah kesehatan rongga mulut bagi ibu hamil begitu penting.(*)

Baca Juga: Update Covid-19 di Jember; Ambulan PMI Kini Antar 5 Jenazah Dalam Sehari, Biasanya Hanya 2 Pasien

#berantasstunting

#HadapiCorona

Artikel ini telah tayang di Tabloid nakita, dan publish di nakita.id dengan judul;  Sakit Gigi Sebabkan Bayi Prematur