Find Us On Social Media :

Pandemi Covid-19 Sebabkan Penyakit Mematikan Satu Ini Terabaikan, WHO Khawatir Tahun Depan Lonjakan Drastis Kematian

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi mengingatkan akan terjadinya lonjakan kasus kematian TBC. Indonesia termasuk.

Tahun ini, dana yang terkumpul untuk pencegahan, diagnosis, pengobatan, dan perawatan TBC hanya mencapai US$ 6,5 miliar secara global.

Ini hanya setengah dari target US$ 13 miliar yang disepakati oleh para pemimpin dunia dalam Deklarasi Politik PBB melawan TBC.

Baca Juga: 6 Makanan Alami yang Meredakan Pendarahan Berlebih Saat Haid

Tanpa tindakan dan investasi yang mendesak, target global untuk pencegahan dan pengobatan TBC kemungkinan besar akan sulit sekali diwujudkan.

Padahal TBC dapat dicegah dan disembuhkan.

Buktinya, seperti disebutkan WHO, sekitar 85% dari mereka yang terinfeksi TBC berhasil diobati dengan rejimen obat selama enam bulan. Dengan catatan konsiste dan kontiniu dalam pengobatannya.

Baca Juga: Kabar Gembira untuk Kita Semua, Kulit Manggis Dipercaya Ampuh Tangkal Virus Corona

"Sejak 2000, pengobatan TBC telah mencegah lebih dari 60 juta kematian," kata Tedros.

Baca Juga: Gangguan Kulit Sering Muncul Pada Penyandang Diabetes, Ternyata Ini Sebabnya

Oleh karena kondisi dan kenyataannya saat ini seperti itu, Doctors Without Borders (MSF) kecewa melihat bahwa pemerintah di seluruh dunia tidak berada di jalur yang tepat, untuk mencapai tujuan pengujian dan pengobatan penyakit TBC.

Penting diingat, papar Sharonann Lynch, penasihat senior MSF untuk TBC dan HIV-AIDS, “TBC tetap menjadi beban sepanjang sejarah manusia, jadi belum saatnya pemerintah menjadi lebih serius dalam menangani penyakit mematikan ini.”(*)

Baca Juga: Jumlah Dokter Meninggal Akibat Covid-19 Kian Meningkat, IDI: 'Ini Situasi Krisis dalam Pelayanan Kesehatan'

#berantasstunting

#HadapiCorona

Artikel telah tayang di Kontan.co.id dengan judul "Peringatan WHO: Kasus kematian akibat TBC bisa naik drastis di tahun mendatang"