GridHEALTH.id - Kasus virus corona (Covid-19) terus bertambah setiap harinya.
Menurut data dari Worldometers, Rabu (2/12/2020), kasus COvid-19 di dunia sudah mencapai angka 64,308,872 kasus.
Dimana 1,489,476 orang diantaranya telah dinyatakan meninggal, 44,581,953 orang sembuh, dan sisanya masih harus mendapatkan perawatan.
Tanda-tanda berakhirnya pandemi in pun belum ada satupun yang bisa memprediksi.
Bahkan jelang satu tahun di 2020 ini, dilaporkan bahwa virus corona telah bermutasi ratusan kali.
Meskipun begitu, dampaknya masih belum dipelajari lebih lanjut.
Baca Juga: Kasus Aktif Covid-19 Jateng Tembus 14 Ribu, Pihak RS Sebut Ada Keterlambatan Penanganan Pasien
Baca Juga: Periode Haid yang Lama dan Banyak Sejak Usia 35 Tahun, Apa Sebabnya?
Seorang pakar virus Rusia menyampaikan bahwa sejak virus corona baru muncul akhir tahun lalu.
Sekarang virus sudah mampu berubah dan menyesuaikan diri dengan lingkungan yang beragam.
Baca Juga: Ibu Hamil Dengan Diabetes Tak Perlu Panik, Begini Mengendalikannya
"Kita tahu bahwa virus itu bermutasi, dan telah ada ratusan mutasi berbeda di seluruh dunia. Bukti penelitian tentang bagaimana mutasi tersebut memengaruhi perilaku virus masih langka (dipelajari)," ungkap Alexander Lukashev, virologist dari Sechenov First Moscow State Medical University dalam wawancaranya dengan Rossiya-24 TV, Selasa (2/12).
Dikutip dari TASS, Lukashev juga menjelaskan bahwa satu penelitian yang dilakukan di AS mengungkap virus bereplikasi sepuluh kali lebih lambat daripada jenis aslinya.
Baca Juga: Dampak Negatif yang Terjadi Pada Tubuh Jika Sering Minum Kopi Sebelum Sarapan
Berdasarkan temuan tersebut, peneliti percaya ini merupakan langkah awal menuju penurunan virulensi dalam proses mengadaptasi dirinya sendiri ke inang baru.
"Tapi kami tidak bisa mengatakan dengan pasti apakah tingkat kematian akan bisa menurun," lanjut Lukashev.
Baca Juga: Minum Air Rebusan Daun Alpukat Untuk Obati Batu Ginjal, Begini Cara Buatnya
Menurut Lukashev, tingkat kematian yang telah diamati sejauh ini tidak mencerminkan kinerja dan prevalensi virus. Data hanya menunjukkan berapa banyak kasus ringan yang terdaftar.
Penurunan jumlah kasus di beberapa wilayah tidak terjadi karena mutasi virus, melainkan karena banyak kasus ringan yang tidak terdaftar dan diatasi dengan tepat.(*)
#berantasstunting
#hadapicorona
#BijakGGL