Find Us On Social Media :

Vaksin Covid-19 Sinovac Masih Tunggu EUA dan Kehalalan dari WHO dan MUI, BPOM Larang Disuntikkan

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) meminta vaksin Covid-19 yang didistribusikan ke sejumlah daerah diminta untuk tidak langsung disuntikkan kepada masyarakat.

Tahapan distribusi dimulai pada 3 Januari 2021 kemarin. Pada hari itu, 401.240 vial vaksin dikirimkan ke 14 provinsi. Sementara, pada Senin 4 Januari, giliran 18 provinsi dengan jumlah 313.000 vial.

 

Usai kedatangan 3 juta dosis vaksin Covid-19 buatan Sinovac Biotech di Indonesia, pemerintah menegaskan akan memprioritaskan vaksinasi terlebih dahulu pada tenaga kesehatan.

Bahkan, tersiar kabar bahwa vaksinasi Covid-19 akan dimulai pada 14 Januari 2021 mendatang.

"Vaksinasi juga akan segera dilakukan di pertengahan Januari 2021 ini untuk mencapai herd immunity, kekebalan komunal," kata Jokowi dalam sambutan yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (31/12/2020).

Untuk diketahui, sebelum memberikan izin edar BPOM harus lebih dulu menganalisis data hasil uji klinis vaksin Sinovac yang beberapa waktu lalu dilakukan di Bandung.

Meski sebentar lagi vaksinasi Covid-19 akan segara dilakukan, Penny menekankan agar masyarakat tetap meningkatkan kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan.

Baca Juga: Harga Bahan Baku Kedelai Naik, Masyarakat Kehilangan Tahu Tempe, Padahal Ini Manfaatnya Untuk Kesehatan

Baca Juga: Covid-19 Masuk Dalam 'Disease X', Ilmuwan Prediksi Masih Banyak Lagi Penyakit yang Bakal Muncul

"Jadi kita kan terus mendorong peningkatan kedisiplinan masyarakat yang memakai masker, menjaga jarak, kemudian juga mencuci tangan, dan juga tetap menghindari kerumunan," ujarnya.