Find Us On Social Media :

Pegawai Pemerintahan Termuda Bunuh Diri, Diduga karena Bullying di Kantornya

By Gazali Solahuddin, Kamis, 11 Februari 2021 | 08:58 WIB

Diduga menjadi korban bullying, pegawai pemerintah meninggal dunia karena bunuh diri.

GridHEALTGH.id - Bullying atau penindasan dapat memengaruhi kesehatan fisik dan emosi, baik dalam jangka pendek maupun di kemudian hari.

Hal itu dapat menyebabkan cedera fisik, masalah sosial, masalah emosional, dan bahkan kematian.

Asal tahu saja, Melansir The Telegraph, cyberbullying yang kerap terjadi di medis sosial, membuat anak muda dua kali lebih mungkin melukai diri sendiri atau bunuh diri.

Baca Juga: Operasi Plastik Dokter China Selamat Nenek Usia 15 Tahun dari Jahatnya Bullying

Studi penelitian National Institute of Child Health and Human Development (NICHD) menunjukkan bahwa siapa pun yang terlibat dengan bullying punya risiko tinggi untuk depresi.

Studi penelitian yang didanai NICHD juga menemukan bahwa tidak seperti bentuk-bentuk bullying biasa, anak atau remaja yang dibully secara elektronik (cyberbullying), seperti dengan komputer atau telepon seluler, memiliki risiko depresi yang lebih tinggi daripada anak atau remaja yang membully mereka.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Molecular Psychiatry juga menunjukkan bullying dapat menyebabkan perubahan fisik di otak dan meningkatkan kemungkinan penyakit mental.

Baca Juga: Dibully Ramai-ramai, Bocah Penjual Jalangkote Dapat Bantuan Sembako dan Sepeda Baru usai Dipukuli hingga Jatuh Tersungkur

Hasil dari penelitian yang dipimpin oleh Erin Burke Quinlan, dari King's College London di Inggris, bullying yang parah dikaitkan dengan perubahan volume otak dan tingkat kecemasan.

Korban bullying juga bisa mengalami pengurangan volume bagian otak yang disebut kaudat dan putamen.

Ketika korban merasa stres dengan ancaman konstan dari bullying, maka respons “fight or flight” mereka akan bekerja.

Saat ini terjadi, otot-otot akan menjadi tegang, jantung berdebar kencang, dan tubuh melepaskan adrenalin dan kortisol.

Baca Juga: Digeruduk Warga dan Polisi, YouTuber Ferdian Paleka Blak-blakan Tak Mau Minta Maaf usai Prank Sembako Sampah untuk Waria

Seiring waktu, reaksi ini dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh yang bisa memicu berbagai masalah kesehatan.

Adapun gejala awal yang biasa dialami korban perundungan diantaranya kecemasan, depresi, sakit punggung, sakit perut, cedera fisik, sakit kepala, dan mudah marah.

Hal itu pulalah yang sepertinya dialami oleh salah seorang pegawai pemerintahan termuda satu ini.

Diduga sering dibully oleh orang-orang di kantornya, wanita muda ini didapati meninggal dunia.

Penyebab meninggalnya korban diduga bunuh diri.

Baca Juga: Model Iklan Kondom Ditangkap Polisi, Terawangan Mbak You Kembali Memakan Korban

Penyebab korban melakukan bunuh diri, disinyalir karena efek dari bully orang-orang di kantornya.

Menurut berbagai laporan media Korea Selatan, Selasa (9/2/2021), perempuan tersebut ditemukan meninggal dunia di rumahnya.

Wanita muda tersebut pegawai pemerintah golongan tujuh.

Mengutip Kstarlive, Rabu (10 Februari 2021), korban adalah pegawai pemerintahan termuda di Korea Selatan.

Ia berhasil lulus ujian PNS saat masih berusia 21 tahun.

Baca Juga: Kesaksian Chef Juna Saat Positif Covid-19: 'Pas Lihat CT-Scan, Kelihatan Virusnya Putih-putih'

Lalu korban ditempatkan di Museum Seni Seoul sebagai administrator publik.

Karena kehebatannya, perempuan ini pun pernah diundang ke acara tvN, You Quiz on the Block.

Namun entah apa penyebabnya, ia mendadak dikabarkan meninggal dunia setelah setahun bekerja di Museum Seni Seoul.

Banyak warganet mengkaitkan kematian perempuan ini dengan pernyataannya di You Quiz on the Block.

Baca Juga: Dijuluki 'Pahlawan' dan Pandai Meminpin, Anies Baswedan Pamer Jakarta Keluar dari 10 Kota Termacet Dunia, Benarkah Polusi Udara Ibu Kota Hilang?

Di acara itu, ia mengungkapkan kesulitannya untuk menyesuaikan diri di lingkungan kerja.

"Awalnya sulit bagi saya untuk menyesuaikan diri. Kehidupan kerja sangat berbeda dari kehidupan sekolah."

"Saya satu-satunya wanita di departemen dan tidak ada seorang pun seusia saya. Agak sulit," terangnya kala itu.

Mengingat kembali pernyataan itu, sejumlah orang menduga mendiang mengalami perundungan di tempat kerja.

Museum Seni Seoul pun membantah semua klaim dengan tegas.

Baca Juga: 5 Faktor Penyebab Luka Pada Penyandang Diabetes Sukar Disembuhkan

Kepolisian setempat saat ini masih menyelidiki kasus ini lebih jauh.(*)

#berantasstunting

#HadapiCorona

#BijakGGL