Find Us On Social Media :

Surat Dokter Mutlak Untuk Vaksinasi Covid-19 Bagi Penyandang Autoimun

By Soesanti Harini Hartono, Rabu, 1 September 2021 | 12:00 WIB

Orang Dengan AutoImun (ODAI) juga perlu diberi vaksin Covid-19 tetapi wajib melampirkan surat keterangan dokter.

GridHEALTH.id - Penyakit autoimun merupakan suatu kondisi dimana sistem kekebalan menyerang organ-organ tubuh sendiri.

Sebab itu, peluang Orang Dengan AutoImun (ODAI), untuk mendapatkan vaksin agak terbatas, termasuk vaksin Covid-19

Dalam webinar awam bertajuk “Keamanan dan Efektivitas Vaksin pada ODAI” yang diselenggarakan pada 21 Agustus 2021, Prof. DR. dr. Iris Rengganis, SpPD, K-AI, FINASIM, Ketua Dewan Pembina Marisza Cordoba Foundation (MCF), mengatakan, “Tidak semua vaksin, termasuk Moderna, Pfizer, AstraZeneca, atau Sinovac, cocok bagi ODAI, maka setiap ODAI wajib membawa surat keterangan layak vaksinasi dari dokter yang merawat”.

Surat tersebut biasanya diberikan setelah dilakukan pemeriksaan intensif oleh dokter dengan mencantumkan bahwa penyakit autoimunnya terkontrol.

Juga tertera rekomendasi jenis vaksin yang paling sesuai mengingat ODAI adalah individu yang rentan.

“Reaksi terhadap satu jenis vaksin yang sama bisa sangat berbeda pada tubuh ODAI satu dengan lainnya, sangat individual. Ada yang tidak mengalami KIPI (Kejadian Ikutan Paska Imunisasi) sama sekali, ada juga yang timbul reaksi berat,” jelas Dr.dr. Stevent Sumantri DAA, SpPD, K-AI mewakili Bidang Publikasi Ilmiah MCF.

Baca Juga: Orang dengan Sistem Kekebalan Tubuh Lemah Juga Perlu Divaksin Covid-19

Baca Juga: Tidak Semua Penyandang Obesitas Menderita Penyakit Sindrom Metabolik, Ini Penjelasannya

Dokter Stevent Sumantri memaparkan informasi yang berhasil dihimpun tentang aneka vaksin Covid-19 pada ODAI.

“Data jurnal www.nature.com Spanyol menjelaskan, dari 910 ODAI yang menerima vaksin, tidak ditemukan efek samping sedang atau berat pada mereka yang menerima vaksin CoronaVac (Sinovac).

Namun kadar antibodi sedikit lebih rendah dari yang non-autoimun. Sedangkan pada mereka yang menerima vaksin Moderna, Pfizer, dan AstraZeneca cukup banyak yang efek sampingnya berat serta terjadi kekambuhan autoimunitas”.

Lebih lanjut dr. Stevent Sumantri menyampaikan, “Covid-19 memberikan risiko infeksi dan kematian lebih tinggi pada ODAI. Vaksinasi Covid-19 memberikan dampak rasa aman dan peningkatan kualitas hidup mereka”.

Ketua Umum MCF, Dr Lilik Sudarwati A. S.Psi, MH menjelaskan bahwa MCF adalah organisasi nirlaba yang menjadi mitra pemerintah untuk mengedukasi pentingnya penerapan pola hidup sehat sebagai upaya pencegahan autoimun dan meningkatkan kualitas kesehatan penyintasnya.

MCF didirikan pada tahun 2012 oleh Marisza Cardoba (ODAI) dan Prod.DR.dr.Aru W. Sudoyo SpPD, KHOM berdasarkan Akta Pendirian Yayasan Marisza Cardoba Indonesia Notaris Trismorini Asmawell S.H. di Jakarta Selatan dan disahkan negara melalui SK Kementerian Hukum & HAM RI No.AHU-AH.01.06-0014040.

Baca Juga: Campuran Lada, Kemangi dan Kunyit Ternyata Ampuh Mengusir Sakit Gigi

Baca Juga: Jangan Musuhi Kolesterol, Karena Ini Manfaatnya Untuk Kesehatan

Dalam upaya mewujudkan visi dan misinya, MCF senantiasa membangun kerjasama dengan berbagai pihak strategis seperti akademisi, dunia usaha dan lembaga profesi, komunitas, pemerintah, serta media. Ada 3 kegiatan utama yang dilakukan oleh MCF, yakni edukasi, pendampingan dan pemberdayaan. (*)

#berantasstunting #hadapicorona #bijakGGL