Find Us On Social Media :

Hasil Penelitian Varian Omicron Oleh WHO Lebih Cepat, Luhut; Januari 2022 Booster Diberikan di Indonesia

Target hasil penelitian varian Omicron yang dilakukan WHO lebih cepat. Pmerintah pun segera putuskan booster mulai Januari 2022.

GridHEALTH.id - Setelah beberapa minggu terkonfrimasi, Badan Kesehatan Dunia WHO segera bergerak cepat.

WHO langsung melakukan penelitian ngebut terhadap varian Omicron.

Awalnya ditarget dua minggu, baru bisa rilis hasil penelitiannya.

Baca Juga: Mendeteksi Varian Omicron Dengan RT-PCR dan Antigen, Ini Penjelasan Satgas Covid-19

Tapi faktanya, target penelitian ini lebih cepat dari target sebelumnya yang diprediksi WHO.

Kepala Teknis WHO untuk penanganan COVID-19, Maria Van Kerkhove, Rabu (1/12), menuturkan, sejauh ini hasil penelitian mengarah jika varian Omicron mungkin lebih menular daripada varian Delta.

Tapi belum diketahui apakah varian ini bisa memicu gejala berat.

Sementara itu Kepala Ilmuwan WHO, Soumya Swaminathan, mengatakan vaksin COVID-19 yang ada saat ini masih cukup ampuh untuk melawan varian Omicron.

Baca Juga: Fakta Varian Omicron dari Rilis Terbaru WHO, Kemenkes; Awal Mulanya B 1.1.529 pada Pasien HIV

Adapun hasil penelitian terhadap varian Omicron yang dilakukan WHO, sebelum mengumumkannya WHO masih membutuhkan beberapa data terkait varian Omicron.

"Kami mengharapkan untuk memiliki lebih banyak informasi tentang penularan varian baru Omicron dari virus corona dalam beberapa hari," papar Maria Van Kerkhove, dikutip dari Kumparan.com (2/12/2021).

Jika data itu sudah dievaluasi, WHO menyebut beberapa hari ke depan hasil penelitian akan disampaikan kepada publik.

Saran Satgas Covid-19

Baca Juga: Waspadai Tanda Infeksi Jamur Kuku Pada Penyandang Diabetes, ini Ciri-cirinya

Sementara itu, dalam antisipasi meluasnya varian Omicron, Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito menyarankan agar pemerintah segera mengambil empat langkah antisipasi.

Pertama, mengkaji ulang kebijakan pembatasan pada pintu masuk negara.

Kedua, meningkatkan whole genom sequencing (WGS) atau untuk mendeteksi adanya varian Omicron di dalam negeri.

Baca Juga: Penyandang Diabetes Berisiko Infeksi Luka di Kaki, Ini Penyebabnya

Ketiga, memastikan mobilitas masyarakat dilakukan dengan aman.

Keempat, memasifkan testing dan tracing, terutama pada pelaku perjalanan luar negeri.

Hal itu dipaparkan Prof. Wiku, seperti yang dimuat dalam laman covid19.go.id (30/11/2021).

Kebijakan Cepat Pemerintah

Baca Juga: Saran WHO di Akhir Tahun 2021, Hadapi Varian Omicron Jokowi Justru Berikan Arahan Ini Kepada Menteri

Adapun kebijakan cepat pemerintah yang sudah siap dijalankan saat ini, pengetatan pintu masuk ke Indonesia, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemberian booster vaksin Covid-19 akan dijadwalkan mulai Januari 2022.

Booster ini rencananya akan menyasar lansia dan kelompok rentan terlebih dulu.

“Pemberian booster akan segera dijadwalkan dan mulai dilaksanakan pada periode Januari tahun depan,” ujar Luhut dilansir dari siaran pers di laman resmi Kemenko Marves, Kamis (2/12/2021), dikutip dari Kompas.com (2/12/2021).

Baca Juga: 9 Komplikasi Diabetes yang Harus Diwaspadai, Salah Satunya Koma

"Booster atau vaksin dosis ketiga yang ditujukan untuk para lansia dan kelompok rentan," lanjutnya.

Luhut mengungkapkan, kebijakan di atas menjadi salah satu dari sejumlah langkah pemerintah antisipasi dalam merespon merebaknya varian Omicron di sejumlah negara.(*)

Baca Juga: Mengenal Virus Nipah, Virus yang Menyebar di Antara Hewan dan Manusia