Find Us On Social Media :

Keratokonjungtivitis Vernalis, Gangguan Mata Akibat Alergi, Ini Cara Penanganannya

Gunakan kacamata pelindung berwarna gelap jika mengalami keratokonjungtivitis vernalis.

GridHEALTH.id - Keratokonjungtivitis Vernalis atau vernal adalah peradangan konjungtiva yang berulang (musiman), menimbulkan ketidaknyamanan pada penderitanya.

Secara klinis, terbagi dalam 3 jenis, yaitu :

- Konjungtiva (selaput lendir mata)

- Limbus (daerah tepi kornea)

- Gabungan keduanya ( konjungtiva dan limbus )

Konjungtivitis vernal terjadi akibat alergi dan cenderung kambuh pada musim panas.Keratokonjungtivitis vernal sering terjadi pada anak-anak, biasanya dimulai sebelum masa pubertas dan berhenti sebelum usia 20.Gejalanya berupa gatal hebat, mata merah dan berair, peka terhadap cahaya (fotofobia) dan munculnya kotoran mata yang kental dan lengket.

Baca Juga: 5 Tips Pengobatan Rumahan Untuk Mengatasi Penyakit Infeksi Mata

Baca Juga: Laporan Akhir Tahun WHO, Dunia Gagal Mencapai Target 40% Vaksinasi Covid-19

Konjungtiva di bawah kelopak mata membengkak dan berwarna pink pucat sampai keabuan, sedangkan konjungtiva lainnya tampak berwarna putih susu. Konjungtiva yang melapisi bola mata tampak menebal dan keabuan.

Kadang terjadi kerusakan pada sebagian kecil kornea yang menyebabkan nyeri dan fotofobia hebat.Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan mata.

Penanganan pertama pada gangguan ini adalah

- Jangan mengucek mata, bila terasa gatal karena bisa menyebabkan iritasi lebih lanjut

- Jika mata terasa gatal, kompres dingin dibagian mata tersebut

- Gunakan kacamata pelindung berwarna gelap apabila berada di luar rumah pada siang hari

Pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi konjungtivitis vernal ini adalah dengan pemberian antihistamin/anti alergi.

Tujuannya untuk meredam reaksi alergi dan air mata buatan yang bisa mengurangi keluhan pada penderita.

Tetes mata antialergi seperti cromoline, lodoxamind, ketorolac dan levokabastin merupakan pengobatan yang paling aman.

Baca Juga: Pancuran Air di Kamar Mandi Bisa Sebabkan Penyakit Infeksi Paru, Studi

Baca Juga: Tempelkan Bawang Pada Telapak Kaki Menjelang Tidur, Lihat Dampaknya Bagi Tubuh

Korticosteroid bisa mengurangi peradangan, tetapi sebaiknya tidak digunakan lebih dari beberapa minggu karena bisa menyebabkan peningkatan tekanan pada mata, katarak dan infeksi opportunistik. Lebih baik konsultasi lebih dulu dengan dokter mata. (*)