Find Us On Social Media :

Dokter Tifa; Adonan AIDS Terbaru 2023 Dimulai Dari Pencampuran Covid-19, Vaksin, dan Cacar Monyet

dr Tifauzia Tyassuma jelaskan prihal adonan penyakt yang sebabkan AIDS baru.

GridHEALTH.id - Dokter Tifa melalui akun twitter pribadinya, @DokterTifa memberikan tanggapan mengenai penetapan WHO yang menjadikan Cacar Monyet atau Monkeypox sebagai kondisi darurat kesehatan global.

Dengan keras, dalam cuitannya ia menyebut bahwa Cacar Monyet atau Monkeypox yang dipilih dunia untuk menjadi pandemi selanjutnya.

Tidak hanya itu, Dokter Tifa juga mengatakan dalam cuitannya yang dibuat sekitar hari Minggu kemarin (24/07/2022) adanya kemunculan adonan terbaru dari AIDS yang disebabkan oleh adanya pencampuran adonan antara Covid-19, vaksin, dan penyakit Cacar Monyet atau Monkey Pox.

Dokter Tifa menganggap bahwa Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) akan menjadi masalah kesehatan yang meluas di tahun 2023.

"AIDS jenis ini bahkan lebih cepat membunuh dibandingkan AIDS karena HIV," tutup Dokter Tifa dalam cuitannya kemarin.

Cuitan Dokter Tifa pun terkait adonan AIDS jenis baru hasil dari pencampuran Covid-19, vaksin, dan Cacar Monyet direspons oleh masyarakat, jika dilihat langsung sudah ada 254 pengguna twitter yang membagikan cuitan ini.

Selain itu Dokter Tifa juga dari cuitan ini telah mendapatkan 623 like dengan 47 komentar hingga pagi ini (25/07/2022).

Sementara sekitar tiga jam lalu, Dokter Tifa kembali mengomentari cuitan mengenai adonan AIDS sebelumnya dengan responsnya yang terbaru.

Dokter Tifa menyebut cuitannya ini hanya bisa diterima dan dipahami oleh orang-orang cerdas.

Baca Juga: Mahasiswi Kesehatan Masyarakat Tewas Karena Ulah Senior yang Menyuruhnya Melakukan Hal Ini di Pagi Buta

 "Hanya orang-orang cerdas yang mampu memahami tulisan-tulisan ini,"katanya menyambung cuitannya terkait adonan AIDS dari campuran Covid-19, vaksin, dan Cacar Monyet.

Dokter Tifa melanjutkan dalam cuitannya dengan mengatakan, "Sementara orang-orang bodoh akan anggap saya gila, sinting, halu, ODGJ, dan sebagainya."