Find Us On Social Media :

3 Obat Kurap Oral yang Diminum, Kelebihannya dan Efek Sampingnya

Selain dengan salep, kurap bisa diobati dengan obat oral yang diminum berikut ini.

GridHEALTH.id - Obat topikal yang dioleskan ke kulit, merupakan jenis yang paling banyak digunakan untuk mengatasi kurap.

Kurap merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh pertumbuhan jamur yang terjadi secara berlebihan.

Menyebabkan muncul bercak kemerahan pada bagian kulit tertentu, yang disertai dengan rasa gatal.

Biasanya kurap diobati dengan obat anti jamur topikal yang berbentuk krim atau salep, lotion, dan bedak.

Mengutip Medical News Today, salep untuk kurap biasanya mengandung bahan aktif seperti Clotrimazole, Miconazole, dan Terbinafine.

Baca Juga: Jangan Salah, Bukan Lari Olahraga yang Bisa Banyak Bakar Kalori

Seseorang yang mengalaminya, perlu rutin mengoleskan obat tersebut ke kulit selama 2 hingga 4 minggu untuk menghentikan jamur berkembangbiak.

Adakah Obat Kurap yang Diminum?

Jawabannya, ada. Dalam beberapa kondisi, obat topikal tidak bisa bekerja dengan baik, sehingga dokter akan meresepkan obat oral.

Dilansir dari WebMD, jenis obat kurap yang diminum ini biasanya juga diberikan jika infeksi jamur terjadi di tempat yang tidak bisa diobati menggunakan salep, seperti kurap di kulit kepala.

Obat oral ini setidaknya harus dikonsumsi selama 1 hingga 3 bulan. 

Berikut beberapa jenis obat yang biasa diresepkan.

Baca Juga: Subvarian XBB.1.5 Dominasi Kasus Covid-19 di AS, Penularannya 120 Persen Lebih Cepat