Find Us On Social Media :

Ciri-ciri Asam Lambung Naik saat Puasa Salah Satunya Merasakan Rasa Pahit di Mulut, Ini Cara Mengatasinya

Ciri-ciri asam lambung naik saat puasa.

GridHEALTH.id - Puasa adalah salah satu kegiatan ibadah yang dilakukan umat Muslim di seluruh dunia.

Namun, bagi sebagian orang, menjalani puasa dapat menjadi tantangan, terutama bagi mereka yang memiliki masalah dengan asam lambung.

Asam lambung naik saat puasa bisa menjadi masalah serius yang perlu diperhatikan. 

Berikut ciri-ciri asam lambung naik saat puasa dan memberikan beberapa cara mengatasi masalah tersebut.

Ciri-ciri Asam Lambung Naik saat Puasa

1. Sensasi Terbakar di Dada

Asam lambung naik dapat menyebabkan sensasi terbakar di dada yang sering disebut sebagai heartburn. Ini adalah salah satu tanda utama bahwa asam lambung naik ke kerongkongan.

2. Rasa Pahit di Mulut

Jika Anda merasakan rasa pahit di mulut, itu mungkin merupakan gejala asam lambung naik.

Asam lambung yang mencapai esofagus dapat meninggalkan rasa pahit yang tidak nyaman.

3. Sulit Menelan

Asam lambung yang naik dapat menyebabkan rasa kesulitan atau nyeri saat menelan.

Hal ini dapat terjadi karena iritasi pada kerongkongan akibat paparan asam lambung yang berlebihan.

4. Mual dan Muntah

Beberapa orang mungkin mengalami rasa mual atau bahkan muntah akibat asam lambung yang naik.

Ini dapat terjadi terutama setelah mengonsumsi makanan selama berbuka puasa.

Baca Juga: Mengatasi Asam Lambung Lewat Cara Alami, Cobalah Gunakan Tepung Kanji dengan Langkah Ini

5. Perut Kembung dan Gas

Asam lambung naik juga dapat menyebabkan perut kembung dan penumpukan gas.

Hal ini dapat membuat perasaan tidak nyaman selama berpuasa, terutama pada malam hari.

Cara Mengatasi Asam Lambung Naik saat Puasa

1. Pilih Makanan dengan Bijak

Hindari makanan pedas, berlemak, dan bersoda selama berbuka puasa. Pilih makanan yang rendah asam dan tinggi serat untuk mencegah peningkatan produksi asam lambung.

2. Minum Air yang Cukup

Pastikan untuk minum air yang cukup selama waktu berbuka dan sahur. Air dapat membantu menetralkan asam lambung dan mencegah dehidrasi.

3. Hindari Tidur Setelah Makan

Usahakan untuk tidak tidur atau berbaring segera setelah makan. Tidur dengan perut penuh dapat meningkatkan risiko asam lambung naik.

4. Konsumsi Makanan Kecil Secara Teratur

Pilih untuk makan dalam porsi kecil namun lebih sering selama waktu berbuka dan sahur.

Hal ini dapat membantu mengurangi tekanan pada lambung dan mencegah asam naik.

5. Konsultasikan dengan Ahli Gastroenterologi

Jika Anda terus mengalami masalah asam lambung naik saat berpuasa, sebaiknya berkonsultasi dengan ahli gastroenterologi. Mereka dapat memberikan saran dan pengobatan yang sesuai untuk kondisi Anda.

Pengetahuan dan pemahaman tentang ciri-ciri asam lambung naik saat puasa dapat membantu Anda mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat.

Dengan perubahan gaya hidup dan pengaturan pola makan, Anda dapat mengurangi risiko asam lambung naik dan menjalani puasa dengan nyaman.

Tetaplah memperhatikan tubuh Anda dan konsultasikan dengan profesional kesehatan jika diperlukan.

Baca Juga: Penyebab Gigi Berlubang yang Harus Diketahui, Salah Satunya karena Pola Makan Tidak Sehat