GridHEALTH.id - Kenapa Virus Baru Flu Lagi-lagi Pertama Kali Muncul di China, Setelah Covid-19 Kini Flu Babi G4?
Strain virus flu babi baru ditemukan ilmuan China, kasusnya mirip Covid-19, sama-sama "lahir" di China dan menginfeksi warga China.
Baca Juga: Terungkap, Ahli Menyatakan Jika Flu Babi 2020 yang Melanda China Jenis Baru dan Lebih Ganas
Strain virus flu babi jenis baru ini, baru diidentifikasi sejumlah ilmuwan di China beberapa waktu lalu.
Virus ini disebut ahli berpotensi menjadi pandemi baru, seama seperti Covid-19.
Virus flu babi strain baru ini oleh para ilmuwan dinamakan G4 EA H1N1 (disingkat G4).
Kenapa disebut flu babi, karena strain virus G4 ini dibawah oleh babi, dan dapat menjangkiti manusia.
Para peneliti mengatakan, virus G4 memiliki semua tanda untuk menular ke manusia sehingga perlu pengawasan ketat agar tidak memicu pandemi berikutnya.
Timbullah banyak pertanyaan di masyarakat dunia, mengapa lagi-lagi China tempat asal muasalnya virus flu baru?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut ilmuan memerlukan riset yang lebih lus dan mendalam.
Tapi, bisa saja hal itu dikarenakan kemajuan riset dan keilmuan China dalam melakukan penelitian.
Bisa juga karena teknologi penelitian biologi, kususnya, di China sudah lebih maju. Sehingga bisa cepat mendeteksi hal yang baru.
Mungkin karena itu pula, pemerintah China pada Rabu (1/7/2020) berani membantah ancaman strain baru virus flu babi G4 bisa berpotensi menjadi wabah.
Dilansir media Perancis, AFP, pemerintah China mengatakan studi tersebut tidak representatif.
Baca Juga: Angka Penularan Covid-19 Masih Tinggi, PSBB Transisi Jakarta Diperpanjang hingga 16 Juli 2020
Baca Juga: Kasus Positif Covid Justru Meningkat Saat New Normal, Pemerintah Ungkap Penyebabnya
Untuk mengingatkan, 1abah virus corona yang menyebabkan penyakit Covid-19 telah menginfeksi lebih dari 10 juta orang di dunia.
Virus dan wabah ini pertama kali dideteksi dan muncul di China, dipercaya sebagai virus yang berpindah dari kelelawar ke manusia melalui hewan perantara yang masih belum diketahui hingga saat ini.
Adapun strain virus baru flu babi yang ditemukan di China, berdasarkan studi yang dipublikasikan pada Senin kemarin di jurnal sains AS, telah memenuhi beberapa kriteria yang memungkinkan virus itu mampu berpindah ke manusia.
Karenanya meningkatkan kekhawatiran akan munculnya pandemi baru saat pandemi Covid-19 masih melanda.
Namun pada Rabu ini, Kementerian Luar Negeri China membantah kemungkinan itu.
"Virus G4 yang disebut dalam laporan relevan merupakan subtipe dari virus H1N1," ujar Juru bicara Kementerian Luar Negeri Zhao Lijian dalam rapat harian.
"Pakar menyimpulkan bahwa contoh ukuran dari laporan itu kecil dan tidak representatif."
Zhao menambahkan bahwa, "departemen dan pakar yang relevan" akan melanjutkan pantauan lebih lanjut terkait virus flu babi G4.
Virus flu babi G4 merupakan strain baru yang secara genetik merupakan turunan dari galur H1N1 yang menyebabkan wabah pada 2009, berdasarkan studi yang dibuat oleh para ilmuwan di Universitas-universitas China dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) China.
G4 diobservasi memiliki infeksi yang tinggi berdasarkan penelitian, mampu bereplika dalam sel manusia dan menyebabkan gejala-gejala serius dibandingkan virus lainnya.
Baca Juga: Imbas Covid-19, Ribuan Anak Idap Sindrom Langka hingga Organ Vital Alami Peradangan
Baca Juga: Bahaya Cerewet Seorang Istri, Bikin Seorang Suami Nekat Rampok Bank Agar Bisa Dipenjara
Para peneliti mengambil tes nasal sebanyak 30.000 sampel dari lingkungan peternakan babi di 10 provinsi yang ada di China.
Dari sekian banyak tes sampel itu, 179 kasus infeksi virus flu tersebut diisolasi.
Berdasarkan penelitian tersebut, sebanyak 10.4 persen dari para pekerja di tempat peternakan babi positif terinfeksi virus flu babi G4.
Sejauh ini, belum ada bukti adanya penularan dari manusia ke manusia.
China tidak mengungkapkan lebih lanjut tentang berapa banyak orang yang terinfeksi virus flu babi G4.
"Sangat mengkhawatirkan bahwa infeksi virus G4 pada manusia akan meningkatkan adaptasi manusia dan meningkatkan risiko pandemi manusia," tulis para peneliti yang juga menyerukan langkah-langkah mendesak untuk memantau orang yang bekerja di peternakan babi.(*)
#berantasstunting
#HadapiCorona
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Virus Flu Babi G4 Berpotensi Jadi Pandemi, Ini Kata China"
Penulis | : | Gazali Solahuddin |
Editor | : | Gazali Solahuddin |
Komentar