Find Us On Social Media :

Selain Keguguran, Bayi Lahir Mati Masih Jadi Kekhawatiran Ibu Hamil

By Soesanti Harini Hartono, Senin, 13 Mei 2019 | 16:05 WIB

Sama halnya dengan keguguran, bayi lahir mati atau Intra Uterine Fetal Death (IUFD) dapat disebabkan oleh kondisi ibu maupun janin.

GridHEALTH.id - Bayi lahir mati atau stillbirth, adalah kematian janin di dalam rahim atau selama persalinan.

Baca Juga : Paula Verhoeven Umumkan Kehamilan Pertamanya, 3 Hal Ini Penting Dilakukan Untuk Ibu Hamil

Ada beberapa perbedaan batasan stillbirth di beberapa negara. Misalnya, di Singapura menganggap stillbirth bila bayi mati setelah usia kehamilan mencapai 28 minggu atau lebih.

Namun di Indonesia, umumnya bayi dianggap lahir mati apabila mati setelah 20 minggu kehamilan. Bila bayi atau janin meninggal sebelum waktu tersebut, maka ibu hamil tersebut dianggap mengalami keguguran.

Stillbirth adalah meninggalnya bayi sebelum lahir atau selama persalinan dengan usia kandungan di atas 20 minggu, dan ukuran janin sudah memiliki organ sempurna sehingga ketika tidak bisa diselamatkan ia harus dilahirkan.

Sementara keguguran adalah meninggalnya bayi sebelum usia kandungan mencapai 20 minggu dan perlu melalui proses kuret. Meskipun sama-sama kehilangan janin baik stillbirth dan keguguran, namun keduanya memiliki perbedaan berdasarkan usia kandungan dan penanganannya.

Baca Juga : Pangeran Harry dan Meghan Markle Lahirkan Anak Bi-Rasial, Intip Ramalan Kesehatannya Kelak

Sama halnya dengan keguguran, bayi lahir mati (stillbirthatau Intra Uterine Fetal Death (IUFD) dapat disebabkan oleh kondisi ibu maupun janin.