Find Us On Social Media :

Sudah Lakukan Operasi Keperawanan, Wanita Ini Malah Menyesal Seumur Hidupnya

Sudah Lakukan Operasi Keperawanan, Wanita Ini Malah Menyesal Seumur Hidup Mendapat Suami Begini

GridHEALTH.id - Sebuah hal yang memalukan jika seorang wanita yang terbukti sudah tidak perawan akan menikah dengan seorang perjaka.

Hal ini sempat dirasakan oleh seorang wanita asal India bernama Swati Srivastava.

Baca Juga: Benarkah Keperawanan Ditentukan dari Pendarahan Saat Malam Pertama?

Swati Srivastava berbagi cerita kepada Times of India, tentang keputusannya melakukan operasi hymenoplasty sebelum ia menikah.

Ini adalah istilah untuk rekontruksi kembali selaput dara pada wanita agar kembali perawan.

Bahasa mudahnya hymenoplasty ini adalah operasi keperawanan.

Swati Srivastava melakukannya. Tapi bukannya bahagia setelahnya.

Dia malah merasa menyesal seumur hidupnya melakukan hal tersebut.

Baca Juga: Bertengkar dengan Andhika Pratama Karena Anak, Padahal Ussy Sulistiawaty Sempat Lakukan Operasi Pengangkatan Rahim Demi Miliki Anak

Sedikit melihat ke belakang kehidulan Swati Srivastava pada masa lalu.

Swati memiliki kehidupan yang buruk di masa lalu, sehingga kini ia tidak lagi perawan.

Hingga tiba hari dia harus menikah dengan pria pilihan.

Gambaran pernikahan yang suci dengan laki-laki pilihan keluarganya membuat ia memutuskan untuk melakukan operasi.

Namun kemudian dia menyesali keputusannya melakukan operasi keperawanan karena beberapa hal ini.

1. Dia sempurna, aku tak lagi perawan

Saat pertama kali bertemu, Aditya, calon suaminya, terlihat begitu sempurna. 

Memiliki perkerjaan yang baik, rendah hati dan ramah. 

Mereka memutuskan untuk menikah.

Baca Juga: Benarkah Menepuk Siku Kiri Dapat Sadarkan Seorang yang Terkena Serangan Jantung?

2. Anggapan bahwa laki-laki tidak mau jika pasangannya tidak perawan lagi

Swati tidak bisa membayangkan apabila Aditya tahu bahwa dia tak lagi perawan.

Lantas ia bertanya kepada temannya dan memutuskan untuk melakukan operasi hymenoplasty.

Operasi tersebut merekontruksi kembali selaput daranya.

3. Dia dibayangi pertanyaan, apakah dirinya termasuk membohongi pasangannya?

Rasa sayangnya terhadap Aditya dan tidak ingin kehilangan pria idamannya itu, membuat Swati yakin melakukan hal tersebut.

Namun ia tidak memikirkan jangka panjangnya di kemudian hari apa yang akan terjadi.

Baca Juga: Ramai Postingan Bahaya Semut Charlie di Facebook, Berikut Fakta-fakta Serangga Beracun Sahabat Petani Ini

4. Operasi Hymenoplasty

Biaya yang ia keluarkkan adalah 50000 rupee atau sekitar Rp10.541.850,- di sebuah klinik.

Prosedurnya hanya berlangsung 1 jam, setelah itu Swati diminta meminum antibiotik dan obat lainnya.

Swati harus menunggu 15 hari agar selaput daranya sempurna dan tidak diperbolehkan melakukan aktivitas fisik yang berat.

Baca Juga: Galih Ginanjar dan Fairuz A Rafiq Terus Buka Aib, Ternyata Ada Efek Kesehatan Membenci Mantan Pasangan

5. Berbulan Madu 

Sebulan pasca menikah Swati berbulan madu dengan Aditya di Okney, Skotlandia. Mereka menikmati bulan madunya.

7. Ketika menanyakan masa lalu Adit, semua berubah

Adit menanyakan masalalu Swati, dan Swati mengatakan bahwa ia masih perawan. Ada perasaan bersalah dari Swati karena ia berbohong.

Baca Juga: Kepanasan Saat Bersepeda, Maia Estianty Alami Alergi, Kenali Jenis Kerusakan Kulit Akibat Paparan Sinar Matahari

Namun, saat pertanyan ditujukan kepada Adit semua berubah.

Baca Juga: 2 Dari 70 Warga Cianjur Meningal Dunia Akibat Konsumsi Pindang Ikan, Berikut 5 Bakteri Penyebab Keracunan Makanan

8. Dia telah melakukan seks selama 5 tahun sebelumnya

Adit mengaku telah melakoni hubungan seks dengan wanita lain sebelumnya selama 5 tahun.

Bahkan ia lakukan secara berkelompok. Dia telah memutuskan akan menjadi pria lajang setelah bertemu Swati.

9. Swati begitu terpukul

Dia begitu terpukul dan malu atas perbuatan yang ia lakukan. Terlebih mengetahui apa masalalu Adit.

Dia seperti ingin menghilang saja.

10. Seks bukanlah masalah, Cinta yang paling utama

Baca Juga: Galih Ginanjar dan Fairuz A Rafiq Terus Buka Aib, Ternyata Ada Efek Kesehatan Membenci Mantan Pasangan

Swati menyesali kebodohan yang ia lakukan, dan banyaknya jumlah uang yang ia keluarkan karena uang tersebut dapat ia gunakan untuk membantu orang lain.

Dia berbohong pada suaminya dan tetap mempertahankan kebohongannya, dan itu menjadi beban untuknya.

Tidak ada yang perlu yang disembunyikan dengan pasangan, katakanlah jujur apa adanya.

Cinta adalah menemukan seseorang yang mencintai kita di luar kesusahan, sekalipun itu tentang keperawanan.

11. Jangan biarkan pasangan mengontrol apa yang harus dan tidak anda lakukan

Suatu keputusan yang telah dipilih akan menimbulkan konsekuensi, jangan hanya mendengar dari satu pihak.

Harus mendengarkan kata hati tidak hanya menuruti keinginan.

Cobalah terbuka dan bicarakan segala hal dengan pasangan anda.

Baca Juga: Mati Tragis Demi Masyarakat, Mantri Patra Rela Ditinggal Rekan di Pedalaman Papua hingga Stok Makanan Habis

Belajar dari cerita Swati tersebut, banyak pesan yang dapat kita ambil, kejujuran adalah baik meskipun itu pahit.

Bicarakan segala seuatu dengan pasangan, keterbukaan menjadi kunci sebuah hubungan berjalan adil untuk kedua pihak.

Ketika Keperawanan Dipersoalkan

Dalam buku Healthy Sexual 3 terbitan PT Intisari Mediatama persoalan keperawanan ini juga dibahas secara mendalam.

Di masa lalu, darah di malam pertama menjadi tanda keperawanan seorang wanita. Sehelai kain putih dijadikan alas tidur kedua mempelai.

Jika di pagi hari tak ada bercak, secara adat sang suami berhak mengembalikan mempelai putri pada keluarganya.

Pernikahan batal. Bahkan ada yang menuntut mahar dikembalikan.

Si wanita akan dikucilkan dan menanggung malu selamanya. Sampai akhirnya ada lelaki yang bersedia mengawininya, tapi ia harus dibawa pergi dari komunitas itu.

Baca Juga: Ussy Sulistiawaty Rela Minum Jus yang Tidak Disukainya Ini Sampai Mual, Demi Bisa Awet Muda Selalu

Ternyata, pemuliaan keperawanan masih dianut sebagian lelaki hingga masa kini. Bahkan mungkin sebagian besar lelaki.

Dra. Ieda Purnomo Sigit Sidi, psikolog, memahami bahwa kepercayaan orang yang menjumpai istrinya tidak perawan akan terlukai.

Tapi ia mengingatkan, robeknya selaput dara bukan hanya akibat hubungan seksual. Bisa jadi karena selaputnya terlalu kenyal, lubangnya terlalu besar, atau bahkan jatuh dari sepeda sewaktu kecil.

Justru kepada lelaki seperti itu Ida bertanya, sudahkah ia memberi hak pada istrinya untuk menuntut keperjakaan dirinya?

Dikatakan, setiap orang memiliki masa lalu, sementara kehidupan adalah tiga serangkai: kemarin, kini, dan esok.

Baca Juga: Fakta: Ikan Asin Bisa Jadi Penyebab Tumor Otak Seperti Diderita Agung Hercules hingga Julia Perez

Bukankah masih ada hari ini ke depan untuk membangun komitmen baru, rasa kepercayaan baru, ketimbang mengubek masa lalu yang membuat perkawinan itu jadi neraka?

Itulah akibat dunia ini didominasi laki-laki.

"Mereka yang membuat peraturan, pastilah dicari yang tidak menyusahkan mereka. Jadi, tuntutan lebih banyak ditujukan pada perempuan," ujar Ieda Punomo.

 

Artikel ini sudah pernah ditulis di Intisari Online dengan judul 'Saya Lakukan Operasi Keperawanan Sebelum Menikah, Namun Justru Sangat Menyesal Setelah Tahu Siapa Suami Saya'