Find Us On Social Media :

Studi: 80% Anak Indonesia Kekurangan Omega 3, Ini Dampaknya Bagi Tumbuh Kembang

Kurangnya Omega-3 dalam asupan makanan akan mengganggu tumbuh-kembang anak.

GridHEALTH.id - Dalam penelitian Hardinsyah dari Departemen Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor, berjudul Kecukupan Energi, Protein, Lemak, dan Karbohidrat, kecukupan Omega 3 dan 6 bervariasi menurut ukuran tubuh, usia, dan aktivitas anak.

Baca Juga: Ceker Ayam Sebabkan Kanker? Ternyata Kaya Kolagen dan Omega 3 dan 6

Artinya, semakin banyak energi yang digunakan anak, kebutuhan akan asam lemak esensial ini juga meningkat.

Contohnya, saat berusia 3 tahun, anak membutuhkan sekitar 7 gram Omega 3 dan 0,7 gram Omega 6 dalam makanan dan minumannya.

Sayangnya, berdasarkan penelitian yang diterbitkan British Journal of Nutrition pada 2016 melaporkan bahwa 8 dari 10 anak Indonesia kekurangan asupan asam lemak esensial seperti omega-3 (EPA dan DHA).

Jadinya, masalah nutrisi dan kesehatan merupakan salah satu pekerjaan rumah yang belum tuntas bagi anak Indonesia

Padahal kehadiran lemak dan omega-3 berperan penting bagi tubuh. Dua elemen ini berfungsi sebagai komponen di dalam otak yang menunjang jaringan saraf dan mata, dan membantu proses pembekuan darah.

Baca Juga: Hanya 5 Kali Gigit Setiap Makan, Cara Baru Turunkan Berat Badan

Seperti dikutip dari merdeka.com, dokter spesialis gizi klinis Nurul Ratna Mutu Manikam mengatakan, apabila anak mengalami defisiensi omega-3 maka akan terjadi abnormalitas fungsi mata, saraf, dan otak serta menyebabkan proses tumbuh-kembangnya melambat.

"Jadi tumbuh tingginya lambat, kognitifnya juga tidak terlalu berkembang," kata Nurul.

Berdasarkan angka kecukupan gizi Indonesia pada 2014, untuk angka usia 4 hingga 6 tahun membutuhkan asupan omega 3 sebesar 0,9 gram/hari.

Baca Juga: Fenomena 'Serangan Fajar' Gula Darah Naik di Pagi Hari Bukan Berita Bagus Buat Penderita Diabetes, Ini Solusinya

Padahal, ada banyak Sumber asupan omega-3 dapat ditemukan pada sarden, makarel, tuna, salmon, tiram, udang, kepiting, kuning telur, telur terfortifikasi DHA dan susu terfortifikasi DHA. (*)